
Pantau - MPR RI bersama Pengurus Wilayah Himpaudi Bangka Belitung menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan bagi pendidik PAUD di Pangkalpinang untuk memperkuat pemahaman tenaga pendidik mengenai nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 pendidik PAUD dari berbagai daerah di Pulau Bangka.
Anggota MPR RI Zuhri M. Syazali mengatakan sosialisasi merupakan program rutin MPR RI kepada masyarakat, khususnya tenaga pendidik.
“Sosialisasi ini salah satu program rutin MPR RI kepada anak-anak bangsa, khususnya tenaga pendidik kali ini karena mereka mendidik generasi emas bangsa sejak usia nol bulan hingga enam tahun,” kata Zuhri.
Menurut Zuhri, pendidik PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak usia dini.
Empat pilar yang disosialisasikan meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Mereka harus memahami bahwa nilai-nilai itu merupakan pemersatu bangsa yang harus terus disosialisasikan,” ujarnya.
MPR Apresiasi Peran Guru PAUD
Zuhri yang juga anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Bangka Belitung mengapresiasi kolaborasi Himpaudi Babel dengan MPR RI.
Ia menilai para pendidik PAUD selama ini telah menerapkan nilai empat pilar dalam pembelajaran sehari-hari.
Zuhri berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut untuk membangun karakter anak menuju Indonesia Emas 2045.
“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut untuk menanamkan nilai nasionalisme dalam membentuk karakter anak menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Himpaudi Dorong Penguatan Nasionalisme Anak
Ketua Pengurus Wilayah Himpaudi Bangka Belitung Djuariningsih mengatakan sosialisasi tersebut dapat memperkuat peran pendidik dalam membentuk karakter dan akhlak anak usia dini.
Menurutnya, guru PAUD tidak hanya mengajarkan pengetahuan tetapi juga adab, perilaku, dan nasionalisme.
“Nilai empat pilar sebenarnya sudah diterapkan dalam keseharian pembelajaran, namun tetap perlu diperkuat agar jiwa nasionalisme anak terus tumbuh,” katanya.
Djuariningsih berharap kegiatan sosialisasi empat pilar dapat dilakukan secara rutin.
Ia menyebut jumlah pendidik PAUD di Bangka Belitung mencapai ribuan orang dari lembaga formal maupun nonformal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar dapat menjangkau pendidik PAUD di Pulau Bangka maupun Belitung,” ujar Djuariningsih.
- Penulis :
- Gerry Eka





