
Pantau - Pertunjukan tari tradisional bertajuk “Langgam Ranah Sumatra” memukau pengunjung Fabriek Blok di kawasan utara Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu malam.
Sebanyak 80 penari dari Program Studi Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang tampil membawakan delapan karya tari tradisional dari berbagai daerah di Pulau Sumatra.
Pertunjukan tersebut digelar di ruang publik sebagai upaya memperkenalkan seni tari tradisional kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Beragam tarian dari Aceh, Lampung, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat dipentaskan dengan balutan musik khas Melayu dan kostum tradisional dari berbagai etnis di Sumatra.
Tari Tradisional Sumatra Tampil Memikat Pengunjung
Salah satu tarian yang ditampilkan adalah “Pusaka Irama Gayo” dari Aceh yang terinspirasi dari Tari Saman.
Tarian tersebut menggambarkan semangat kebersamaan, disiplin, dan solidaritas masyarakat Gayo melalui gerakan cepat dan kompak.
Selain itu, tari “Gemulai Serumpun” dari Lampung dibawakan dengan perpaduan Tari Bedana dan Tari Zapin menggunakan properti kipas, selendang, serta Menara Siger.
Tarian tersebut menampilkan gerakan lembut dan harmonis yang menggambarkan persatuan serta identitas budaya masyarakat Lampung.
Dari Sumatera Utara, karya “Suhul Ni Dolok” mengangkat filosofi masyarakat Batak Toba tentang keteguhan prinsip dan kuatnya pegangan adat.
Sementara “Tari Piriang Galatiak” dari Sumatera Barat menghadirkan semangat dan kelincahan pemuda Minangkabau melalui permainan piring dengan ritme cepat dan dinamis.
Mahasiswa UNP Kenalkan Budaya Lewat Ruang Publik
Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari tugas akademik mata kuliah “Tari Industri Kreatif” dan “Tari Sumatra” di Universitas Negeri Padang.
Dosen pengampu mata kuliah Tari Industri Kreatif, Nerosti, mengatakan mahasiswa didorong tampil di ruang publik agar apresiasi terhadap seni tradisi semakin luas.
“Mata kuliah Tari Industri Kreatif memang mendorong mahasiswa untuk mengakses ruang-ruang publik dan tampil di sana, sehingga apresiasi yang didapatkan menjadi lebih luas,” kata Nerosti.
Ia mengatakan karya yang dipentaskan merupakan tari kreasi yang tetap berlandaskan seni tradisi dari berbagai daerah di Sumatra.
“Karya yang ditampilkan malam ini adalah tari kreasi, tetapi pijakan dasarnya tetap seni tradisi dari berbagai daerah di Sumatra,” ujarnya.
Dosen Tari Sumatra, Susmiarti, menilai seni tradisi merupakan ekspresi budaya masyarakat etnik yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi penerus.
Salah seorang pengunjung, Sani, mengaku mengapresiasi pertunjukan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





