HOME  ⁄  Nasional

Pengantin di Jakarta Timur Rugi Rp85 Juta Usai WO Diduga Kabur Jelang Hari Pernikahan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pengantin di Jakarta Timur Rugi Rp85 Juta Usai WO Diduga Kabur Jelang Hari Pernikahan
Foto: (Sumber : Pasangan calon pengantin Aldi (32) dan Feny (32) yang menjadi korban dugaan penipuan penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) yang berkantor di kawasan Jakarta Timur, membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Timur, Minggu (24/5/2026) malam. (ANTARA/Siti Nurhaliza)..)

Pantau - Pasangan calon pengantin Aldi (32) dan Feny (32) mengaku mengalami kerugian hingga Rp85,5 juta setelah penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) di Jakarta Timur diduga kabur menjelang hari pernikahan mereka.

Pasangan tersebut akhirnya melaporkan dugaan penipuan itu ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu (24/5) malam.

“Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp85,5 juta,” ungkap Feny di Jakarta, Senin (25/5).

Kecurigaan Muncul Saat Technical Meeting Online

Feny menjelaskan dirinya tertarik menggunakan jasa WO Marwah setelah melihat promosi melalui media sosial Instagram.

Setelah membayar uang muka, pasangan itu sempat mengikuti sesi test food dan melihat sejumlah vendor seperti dekorasi, make-up artist (MUA), MC, hingga contoh pelaminan dan katering.

Mereka kemudian melakukan pembayaran secara bertahap hingga lunas pada awal April 2026 dan bahkan menambah jumlah tamu pada Mei 2026.

Namun, kecurigaan mulai muncul saat technical meeting dilakukan secara daring dan dinilai tidak profesional.

“Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara (H-1),” kata Feny.

Gedung Belum Lunas dan Kantor WO Mendadak Kosong

Kecurigaan pasangan itu semakin besar setelah pihak Gedung Islamic Center Bekasi menghubungi mereka dan menyebut pembayaran venue belum dilunasi oleh pihak WO.

“Dari pihak Islamic Center bilang masih kurang pembayaran sekitar Rp17,5 juta. Ternyata, pihak WO baru bayar DP sekitar Rp6 juta,” ujar Feny.

Saat mendatangi kantor WO di kawasan Jakarta Garden City, Cakung, pada H-1 pernikahan, Aldi dan Feny mendapati lokasi tersebut sudah kosong.

“Pas kita datang, ternyata galerinya sudah kosong. Kata orang sekitar, pindah ke Rorotan,” ungkap Aldi.

Pasangan itu kemudian mendatangi gudang WO di Rorotan dan sempat meminta kepastian pembayaran venue, namun pihak WO terus memberikan alasan berbelit.

“Kita minta kepastian pembayaran karena sudah H-1. Mereka bilang deposito belum cair dan janji akan dibayar jam empat sore,” ucap Aldi.

Akad Nikah Tetap Digelar Secara Sederhana

Situasi semakin mencurigakan setelah sejumlah pekerja dekorasi dan katering mengaku tidak mendapat arahan dari pemilik WO dan memilih meninggalkan lokasi.

“Kami akhirnya yakin acara resepsi kemungkinan besar tidak akan berjalan,” tutur Aldi.

Meski resepsi gagal digelar, pasangan itu tetap berupaya menyelamatkan prosesi akad nikah dengan menghubungi vendor secara pribadi seperti MUA, MC, penata rambut, dan penyedia busana.

Pihak gedung akhirnya memberikan fasilitas agar akad nikah tetap dapat berlangsung secara sederhana selama satu hingga dua jam.

Pasangan tersebut mengaku telah menyerahkan bukti percakapan digital, bukti transfer pembayaran, dan surat pernyataan dari pihak WO kepada polisi agar kasus segera diproses.

Penulis :
Ahmad Yusuf