HOME  ⁄  Nasional

Bapanas Perpanjang Penyaluran Bantuan Pangan hingga Juni untuk Stabilkan Harga Minyak Goreng

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bapanas Perpanjang Penyaluran Bantuan Pangan hingga Juni untuk Stabilkan Harga Minyak Goreng
Foto: (Sumber : Arsip foto - Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperpanjang tenggat penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari-Maret 2026 hingga Juni guna memastikan distribusi kepada masyarakat berjalan optimal.

Bapanas Percepat Distribusi Bantuan Pangan

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan keputusan perpanjangan penyaluran bantuan pangan telah ditetapkan dalam rapat koordinasi teknis di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang diperpanjang sampai Juni,” kata Ketut di Jakarta, Senin.

Menurut dia, percepatan distribusi bantuan pangan menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama minyak goreng yang masih mengalami fluktuasi di pasaran.

“Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan karena sampai saat ini realisasinya kurang lebih 34 persen,” ujarnya.

Bapanas bersama Perum Bulog terus mendorong percepatan distribusi bantuan pangan untuk periode Mei hingga Juni 2026 agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Stok Minyakita Dinilai Masih Aman

Pemerintah juga mengoptimalkan distribusi minyak goreng rakyat Minyakita melalui berbagai jalur distribusi untuk menjaga harga tetap terkendali.

Dalam program bantuan pangan tersebut, volume Minyakita yang akan disalurkan mencapai sekitar 132,9 ribu kiloliter.

Bapanas mencatat hingga 20 Mei 2026, penyaluran Minyakita telah mencapai 46,2 ribu kiloliter kepada 11,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Masih terdapat sisa pagu distribusi sebanyak 86,8 ribu kiloliter yang akan dipercepat penyalurannya hingga pertengahan tahun 2026.

Berdasarkan laporan Cadangan Pangan Pemerintah, stok minyak goreng nasional dinilai masih mencukupi dengan Bulog mengelola sekitar 89 ribu kiloliter dan ID FOOD sebanyak 700 kiloliter.

“Dengan adanya bantuan pangan, sebagian besar masyarakat kita sudah tidak akan membeli minyak goreng, karena bantuannya 4 liter untuk setiap KPM. Jadi ini benar-benar sangat penting sekali,” tutur Ketut.

Selain minyak goreng, realisasi penyaluran bantuan pangan berupa beras juga telah mencapai 248,4 ribu ton per 21 Mei 2026.

Penulis :
Aditya Yohan