
Pantau - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mengapresiasi kesiapan pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), namun tetap menyoroti sejumlah catatan terkait fasilitas pemondokan dan layanan bagi jamaah Indonesia di Makkah.
DPR Apresiasi Penyelenggaraan Haji di Madinah dan Armuzna
Evaluasi tersebut disampaikan dalam rapat bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah di AlQim’ma Hall, Makkah, Minggu (24/5).
Ketua Timwas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan pengawasan penyelenggaraan haji dilakukan dalam dua tahap, yakni di Madinah dan Makkah.
Menurutnya, tahap pertama di Madinah telah selesai dan mendapat apresiasi dari DPR RI.
“Dari Madinah sudah closing, kita apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Ini adalah pencapaian perdana Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun ini, kita sangat apresiasi,” ujar Cucun.
Memasuki tahap pengawasan di Makkah, Timwas DPR masih menemukan sejumlah catatan, terutama terkait kelayakan fasilitas dan jarak hotel jamaah.
Cucun menegaskan seluruh temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan haji pada musim berikutnya.
Terkait kesiapan Armuzna, DPR menilai terdapat perubahan tata kelola yang signifikan, khususnya dalam pengawasan terhadap syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji.
“Dulu kita kadang-kadang dibilang oleh pemilik tenda syarikah isinya 100, padahal cuma 50. Sekarang betul-betul dicek secara ketat,” katanya.
DPR Soroti Kualitas Layanan dan Biaya Haji
Timwas DPR juga mengapresiasi petugas haji yang dinilai bekerja detail dalam memeriksa fasilitas jamaah, termasuk mengecek ketersediaan kasur di tenda Armuzna satu per satu.
Menurut Cucun, DPR RI akan mengkaji peningkatan komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji guna meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf menyampaikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji hingga saat ini berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah sampai hari ini, pemberangkatan, persiapan di embarkasi, kegiatan di Madinah, hingga kegiatan di Makkah semuanya berjalan sesuai dengan harapan kita. Tinggal puncak haji yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Irfan.
Ia juga menyambut baik berbagai masukan dari DPR RI sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan haji Indonesia.
“Tadi saya mendapatkan banyak masukan dari teman-teman DPR. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji,” ungkapnya.
Di akhir evaluasi, Cucun meminta doa masyarakat Indonesia agar pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna berjalan aman dan seluruh jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





