
Pantau - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono mengapresiasi negara-negara sahabat, khususnya Turki, Mesir, dan Yordania, atas bantuan pemulangan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
DPR Soroti Pentingnya Diplomasi Lintas Negara
“Kami tentu bersyukur karena kesembilan saudara kita telah tiba kembali ke tanah air dengan selamat,” kata Budisatrio di Jakarta, Senin.
Ia menilai kolaborasi dan komunikasi diplomatik lintas negara menjadi faktor penting dalam penanganan situasi sensitif yang melibatkan relawan kemanusiaan di wilayah konflik.
Menurut Budisatrio, langkah cepat pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI membuktikan efektivitas diplomasi Indonesia dalam melindungi warga negara di luar negeri.
Ia menegaskan setiap WNI yang menjalankan misi kemanusiaan harus mendapat jaminan perlindungan dan keselamatan dari negara.
DPR Kecam Perlakuan Israel terhadap Relawan Kemanusiaan
Budisatrio juga mengecam tindakan represif yang diterima para relawan selama menjalani penahanan oleh militer Israel.
“Kami juga mengecam kekerasan maupun segala perlakuan yang bertentangan dengan hukum humaniter internasional yang diterima oleh 9 WNI kita selama dalam masa penahanan,” ujarnya.
Ia menambahkan pemulangan sembilan WNI tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara yang sedang menjalankan misi kemanusiaan internasional.
Komisi I DPR RI, lanjut dia, akan terus mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan dan mengawal upaya diplomasi untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
“Komisi I DPR RI akan terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina melalui 'two-state solution' sebagai jalan menuju perdamaian yang abadi, serta memastikan hak-hak dasar universal warga Palestina dapat terpenuhi. Kemerdekaan Palestina merupakan komitmen yang akan selalu kita perjuangkan,” katanya.
Two-state solution merupakan konsep perdamaian yang mengusulkan pembentukan dua negara berdaulat, yakni Israel dan Palestina, yang hidup berdampingan secara damai di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





