
Pantau - Patroli gabungan Polres Metro Jakarta Timur bersama personel Patra Brimob membubarkan tawuran antarkelompok warga di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin pagi.
Polisi Bergerak Cepat Usai Terima Laporan Warga
“Petugas menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aksi tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Tim Patroli Perintis Presisi C dan D bersama personel Patra Brimob langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal di Jakarta, Senin.
Alfian menyebut aparat gabungan bergerak cepat usai menerima laporan sekitar pukul 07.10 WIB untuk mencegah bentrokan meluas dan menimbulkan korban.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pembubaran terhadap kelompok warga yang terlibat tawuran di kawasan tersebut.
Situasi yang sempat memanas akhirnya berhasil dikendalikan setelah aparat melakukan penyisiran di sepanjang lokasi bentrokan.
Polisi juga menempatkan pengamanan tambahan di Pos Terpadu Bonsi guna mengantisipasi aksi susulan maupun gangguan keamanan lainnya.
Tawuran Sebabkan Kemacetan Panjang di Jalan I Gusti Ngurah Rai
Menurut Alfian, patroli gabungan yang melibatkan Patroli Perintis Presisi dan Patra Brimob merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah Jakarta Timur yang belakangan rawan tawuran.
“Situasi saat ini terpantau aman dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) supaya bisa cepat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sebelumnya, tawuran antarwarga di Jalan I Gusti Ngurah Rai menyebabkan kemacetan panjang lebih dari dua kilometer dari arah Bekasi menuju Cipinang.
“Terganggu, ganggu banget, mana hari Senin, orang mulai beraktivitas, pagi-pagi pula, malah macet panjang begini karena ada tawuran,” kata salah seorang pengendara motor, Alwan (32).
Bentrokan melibatkan warga Kebon Singkong, Klender, dengan warga Cipinang Jagal, Pulogadung, yang saling menyerang menggunakan senjata tajam, lemparan batu, dan petasan.
Situasi mencekam membuat sejumlah pengendara memilih menepi untuk menghindari serangan saat melintas di lokasi kejadian.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





