
Pantau - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan seluruh pemerintahan di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa di wilayah Sumatera telah kembali aktif beroperasi setelah terdampak bencana alam.
Operasional Pemerintahan Berjalan Kembali
Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengatakan pemulihan layanan pemerintahan dilakukan secara bertahap bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Kantor desa ada beberapa yang terdampak, meskipun sudah berjalan operasional, tapi ada yang masih di Huntara (Hunian Sementara), ada di kantor, di rumah kepala desa dan yang lain-lain,” kata Tito seusai rapat pemulihan bencana Sumatera bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan sebelumnya banyak kantor pemerintahan desa hingga kecamatan yang lumpuh akibat terdampak bencana.
Selain layanan pemerintahan, Tito menyebut fasilitas publik seperti listrik, BBM, dan jaringan internet pada umumnya sudah kembali berfungsi.
Namun, masih terdapat sejumlah desa yang terisolasi akibat akses jalan longsor di wilayah Aceh Tengah dan Tapanuli Tengah.
“Rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan puskesmas juga relatif semua sudah baik, tapi akan dioptimalkan lagi oleh Menteri Kesehatan. Ada beberapa puskesmas pembantu,” ujarnya.
Jalur Nasional dan Jembatan Sudah Terhubung
Tito juga memastikan seluruh jalur jalan nasional di Sumatera kini telah kembali terhubung meski sebagian infrastruktur masih bersifat sementara.
“Kemudian jembatan nasional juga baik, terhubung meskipun temporer,” ungkap Tito.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pemerintah dan DPR telah menyepakati rencana induk pemulihan Sumatera beserta anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Sehingga kami melakukan koordinasi-koordinasi agar kegiatan-kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi maupun secara teknis rencana kerja daripada kementerian dan lembaga bisa berjalan dengan baik,” kata Dasco.
Rapat koordinasi tersebut membahas percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti





