
Pantau - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kode etik bagi seluruh anggota DPR RI guna menjaga kehormatan lembaga parlemen.
Anggota MKD DPR RI Mohammad Iqbal Romzi menyampaikan hal itu di sela kunjungan kerja MKD ke Polres Klaten, Jawa Tengah.
Pemahaman Aturan Jadi Fondasi
Menurut Iqbal Romzi, kesadaran terhadap aturan internal menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah DPR RI.
Ia menilai pelanggaran etik kerap terjadi akibat kurangnya pemahaman anggota terhadap aturan yang berlaku.
“Orang itu berbuat, bertindak, bersikap, tergantung dengan apa yang diketahui. Dan ketika umpamanya seorang anggota tidak membaca, kemudian tidak mengkaji, tidak memahami aturan internal dia sendiri, boleh jadi pura-pura salah itu,” kata Iqbal Romzi.
Ia menegaskan sosialisasi dan edukasi menjadi bagian penting dari fungsi pencegahan MKD selain fungsi penindakan terhadap pelanggaran etik.
Masyarakat Diminta Aktif Mengawasi
Iqbal Romzi juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi kinerja anggota DPR RI.
Menurutnya, pengawasan masyarakat bukan untuk mencari kesalahan anggota dewan, melainkan sebagai bentuk pengingat demi menjaga kehormatan lembaga perwakilan rakyat.
“Keterlibatan aktif masyarakat untuk mengawasi, bukan mencari celah-celah kesalahannya, tapi dalam rangka untuk mengingatkan mereka hal yang sangat penting. Kita ini disadarkan kadang-kadang oleh kawan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh anggota DPR RI menjadikan kode etik sebagai pedoman dalam setiap sikap dan tindakan, baik di dalam maupun di luar gedung parlemen.
“Kehormatan bagaikan cahaya. Kalau dipelihara dia bersinar, tapi kalau dilanggar dia akan menjadi pudar. Tugas kita bagaimana kita menyalakan semangat itu, menyalakan pengawasan itu, sehingga lembaga ini bisa baik,” katanya.
- Penulis :
- Shila Glorya





