
Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Conch Group membahas rencana pengembangan investasi sektor energi terbarukan dan peningkatan kapasitas industri semen di Kabupaten Manokwari.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan antara Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dan pimpinan Conch Group di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok, Minggu (24/5).
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi komitmen Conch Group dalam memperluas investasi berbasis energi terbarukan di Papua Barat.
“Konsep energi terbarukan dan industrialisasi yang dibahas dalam pertemuan di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok, Minggu (24/5), sejalan dengan visi pembangunan Papua Barat,” ujar Lakotani dalam keterangannya di Manokwari, Selasa.
Investasi Hijau Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Daerah
Lakotani berharap pengembangan investasi energi terbarukan dan industrialisasi dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kerja lokal di Papua Barat.
Menurut dia, investasi berbasis energi terbarukan juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat menilai pengembangan industri dan hilirisasi harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata.
“Kami juga berupaya agar setiap investasi bisa menciptakan efek berganda melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan UMKM,” ungkapnya.
Fokus pada Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Pemprov Papua Barat menegaskan investasi hijau tidak hanya berorientasi pada pengembangan industri, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan sektor industri berbasis energi terbarukan dinilai menjadi salah satu strategi pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.
Conch Group sendiri diketahui telah memiliki operasional industri semen di wilayah Kabupaten Manokwari.
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi antara Papua Barat dan pihak industri dari Tiongkok.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





