
Pantau - Pemerintah Kabupaten Cianjur menerima bantuan alat pengolah sampah menjadi briket berkapasitas lima ton per hari dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengurangi volume sampah dan mendukung pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Bantuan alat tersebut akan ditempatkan di Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, yang selama ini menjadi salah satu wilayah dengan produksi sampah harian cukup tinggi.
Alat Pengolah Sampah Ditempatkan di Kelurahan Sayang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cianjur Komarudin mengatakan pengolahan sampah menjadi briket nantinya dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat dan bank sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle.
“Untuk tahap awal, alat tersebut akan disimpan di Kelurahan Sayang, di mana setiap harinya sampah yang dihasilkan cukup tinggi. Nanti, bantuan selanjutnya akan ditempatkan di wilayah yang juga menghasilkan sampah cukup tinggi,” kata Komarudin.
Menurut dia, hasil produksi briket nantinya akan dipasarkan dengan berkoordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, terutama untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang masih menggunakan batu bara.
Komarudin menjelaskan Pemkab Cianjur juga tengah menyiapkan program Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai berjalan pada 2029.
Pemkab Targetkan Pengurangan Sampah ke TPAS
Dalam program PSEL tersebut, Kabupaten Cianjur ditargetkan mampu memasok sekitar 350 ton sampah per hari untuk diolah menjadi energi listrik terbarukan.
Sambil menunggu program berjalan, Pemprov Jawa Barat memberikan bantuan alat pengolah sampah menjadi briket ke sejumlah daerah, termasuk Cianjur.
“Kami berharap tahun depan ada tambahan alat yang sama, sehingga pengolahan sampah dapat dilakukan di sejumlah titik yang selama ini memiliki tonase sampah cukup tinggi setiap harinya seperti di Ciranjang dan Cipanas,” ujarnya.
Pemkab Cianjur juga terus menggencarkan pemilahan sampah rumah tangga antara sampah organik dan plastik bernilai jual agar volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Mekarsari di Cikalongkulon dapat terus berkurang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





