
Pantau - Kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi masuk kategori tidak sehat dan menempati peringkat keempat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia berdasarkan pemantauan IQAir.
Data IQAir pada pukul 05.50 WIB menunjukkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 152 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 59,9 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat dan berisiko bagi kelompok sensitif serta dapat berdampak pada kesehatan manusia, hewan, hingga tumbuhan.
Warga Disarankan Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
IQAir merekomendasikan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk.
Warga juga diminta tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menutup jendela untuk mencegah masuknya udara kotor.
Dalam kategori AQI, kualitas udara baik berada di rentang 0-50, sedangkan kategori sedang berada di angka 51-100.
Sementara kategori sangat tidak sehat berada pada rentang 200-299 dan kategori berbahaya berada di angka 300-500.
Pada daftar kota dengan kualitas udara terburuk dunia, Lahore di Pakistan berada di posisi pertama dengan AQI 162, disusul Delhi di India dengan AQI 155, lalu Kinshasa di Republik Demokratik Kongo dengan AQI 152.
Johannesburg di Afrika Selatan menempati posisi kelima dengan AQI 103.
Pemprov DKI Siapkan Langkah Pengendalian Polusi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat untuk mengendalikan pencemaran udara selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas sistem pemantau udara dan pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor.
Pemprov DKI juga tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) berdasarkan tren PM2.5, beban emisi tiap sektor, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Pemerintah menilai pengendalian polusi udara tidak bisa dilakukan secara parsial sehingga diperlukan kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.
- Penulis :
- Aditya Yohan





