
Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meyakini masyarakat Jakarta dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara tertib dan tetap menjaga kebersihan lingkungan saat perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
"Saya sangat yakinlah, masyarakat kita ini sudah sangat tahu bagaimana cara menyembelih, karena juga menyembelih itu bukan sembarangan. Saya yakin akan berjalan lancar," kata Rano Karno di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.
Rano menilai masyarakat sudah memahami tata cara berkurban dengan baik karena Idul Adha merupakan tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan umat Muslim di Indonesia, termasuk di Jakarta.
DLH DKI Dorong Penerapan EcoQurban
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta turut mengajak masyarakat menerapkan prinsip EcoQurban selama pelaksanaan Idul Adha.
Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan EcoQurban merupakan praktik penyembelihan hewan kurban yang memperhatikan kebersihan lingkungan mulai dari proses pemotongan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
Menurut Dudi, sekitar 68 ribu hewan kurban yang akan disembelih di Jakarta tahun ini berpotensi menghasilkan limbah dalam jumlah besar seperti darah, sisa organ, dan penggunaan air yang tinggi.
Pengelolaan Limbah Kurban Jadi Sorotan
DLH DKI mencatat setiap ekor hewan kurban membutuhkan sekitar 500 hingga 1.000 liter air untuk proses pembersihan.
Selain itu, produksi 1 kilogram daging sapi juga memiliki jejak penggunaan air mencapai sekitar 15 meter kubik.
Karena itu, DLH DKI menekankan pentingnya pengelolaan limbah kurban secara tepat agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan maupun penumpukan sampah selama Hari Raya Idul Adha.
- Penulis :
- Aditya Yohan





