
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat memperkuat budaya tabayun dan membiasakan menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul usai melaksanakan shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, semangat verifikasi dan klarifikasi informasi menjadi penting karena banyak pendapat yang beredar di ruang digital bercampur antara fakta, informasi setengah benar, hingga kebohongan.
“Yang saya catat (dari khotbah) itu, bagaimana sabar di era teknologi sekarang ini. Kita harus siap saring sebelum sharing. Kita harus membiasakan dan menguatkan semangat tabayun, klarifikasi, dengan adanya pendapat yang kadang-kadang campur aduk antara yang benar, yang separuh benar, dan tidak benar,” ungkap Gus Ipul.
Pesan Literasi Digital di Momentum Idul Adha
Gus Ipul mengatakan pesan mengenai literasi digital dan etika bermedia sosial sejalan dengan khutbah Idul Adha bertajuk “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan” yang disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof. H. Hamdan Juhannis.
Ia menilai momentum Hari Raya Idul Adha harus menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dan bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang disebarluaskan di ruang digital.
Menurut dia, kehati-hatian dalam mengelola informasi merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mencegah munculnya kegaduhan di tengah masyarakat.
Gus Ipul Apresiasi Shalat Idul Adha di Istiqlal
Selain menyoroti tantangan era digital, Gus Ipul juga mengapresiasi pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal yang berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Ia menilai perayaan Idul Adha tahun ini membawa pesan kuat tentang kemanusiaan dan pentingnya saling membantu tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun pandangan politik.
“Ini adalah pesan yang kuat untuk kita semua, bahwa apa yang kita sebar itu benar-benar harus bisa dipertanggungjawabkan. Salah satu yang disampaikan khatib adalah pesan untuk bisa saling membantu tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun pandangan politik,” ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





