
Pantau - Kebun Raya Eka Karya Bedugul menanam 100 bibit pohon di kawasan Nuanu, pesisir Pantai Nyanyi, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (27/5/2026), untuk mendukung pelestarian lingkungan di kawasan wisata tersebut.
East Deputy of Horticulture Kebun Raya, Hadhiyyah N. Cahyono mengungkapkan, “Kami berharap dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.”
Ia menyebut pohon-pohon yang ditanam juga memiliki fungsi penting sebagai sarana upacara keagamaan dan tanaman obat tradisional di Bali.
Tiga Jenis Pohon Ditanam
Tiga jenis tanaman yang ditanam meliputi pohon majegau (Dysoxylum densiflorum), pohon buni (Antidesma bunius), dan pohon bunga cempaka kuning (Magnolia champaca).
Pohon majegau berasal dari famili Meliaceae dan tersebar di wilayah selatan China, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Filipina.
Di Bali, tanaman majegau dimanfaatkan sebagai sarana upacara Agama Hindu serta obat tradisional karena memiliki kandungan antibakteri dan sitotoksik.
Pohon buni termasuk famili Phyllanthaceae yang berasal dari kawasan tropis dan subtropis.
Tanaman buni digunakan untuk membantu pengobatan rematik, pneumonia, gangguan pencernaan, gangguan metabolisme, serta membasmi cacing gelang dan cacing kremi.
Daun buni diketahui mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang membantu aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, serta sintesis kolagen.
Dukung Pelestarian dan Budaya Bali
Pohon cempaka kuning termasuk famili Magnoliaceae yang berasal dari India dan tersebar di Indo-China, Malaysia, Sumatra, Jawa, hingga China barat daya.
Tanaman cempaka kuning memiliki manfaat sebagai antioksidan, antibakteri, antimalaria, dan digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit.
Di Bali, bunga cempaka dimanfaatkan sebagai sarana persembahyangan dan upacara adat.
Hadhiyyah menegaskan, “Upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.”
- Penulis :
- Arian Mesa





