
Pantau - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo menegaskan percepatan pembangunan program Sekolah Rakyat di Kota Singkawang ditargetkan selesai pada Juni 2026 untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem serta persiapan tahun ajaran baru Juli 2026.
Proyek Sekolah Rakyat di Singkawang saat ini tercatat baru mencapai progres sekitar 37,25 persen dan masuk dalam lima titik pembangunan berstatus zona merah dengan capaian terendah di Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera dapat mengakses pendidikan mulai tahun ajaran baru Juli 2026.
Percepatan Pembangunan dan Target Waktu
Pemerintah menargetkan percepatan penyelesaian proyek melalui kolaborasi lintas sektor termasuk dukungan TNI, pemerintah daerah, serta tambahan pendanaan untuk kontraktor.
Dody Hanggodo menyebut kendala utama di lapangan saat ini adalah persoalan arus kas atau cash flow kontraktor yang berdampak pada keterbatasan tenaga kerja dan pengadaan material.
Kondisi ekonomi juga membuat sejumlah pemasok material enggan memberikan fasilitas kredit atau utang bahan bangunan sehingga memperlambat proses konstruksi.
Dukungan Pemerintah Daerah Singkawang
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan pemerintah daerah siap mendukung percepatan pembangunan melalui penyediaan lahan dan percepatan perizinan termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan seluruh kendala dapat segera diselesaikan bersama pihak terkait.
Menteri PU tetap menyatakan optimisme bahwa proyek Sekolah Rakyat dapat selesai sesuai target dan menjadi bagian penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat prasejahtera.
- Penulis :
- Leon Weldrick





