
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kebanggaannya setelah pecel khas Jawa Timur menempati peringkat ketujuh dalam daftar 100 Salad Terbaik di Dunia 2026 versi TasteAtlas, yang dinilai sebagai pengakuan internasional terhadap kekayaan kuliner dan budaya daerah.
“Pecel bukan hanya makanan tradisional, tetapi identitas budaya masyarakat Jawa Timur. Dari sepincuk pecel, dunia bisa melihat bagaimana masyarakat Jawa hidup berdampingan dengan alam, memanfaatkan bahan-bahan lokal yang sehat, sederhana, namun kaya rasa,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu.
Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional Indonesia semakin mendapat tempat di panggung internasional.
Selain pecel, sejumlah kuliner Nusantara lainnya juga masuk dalam daftar yang sama, yakni ketoprak di peringkat ke-18, gado-gado di posisi ke-30, serta rujak cingur, asinan, dan karedok.
Pengakuan Dunia untuk Warisan Kuliner Jawa Timur
Khofifah menilai pengakuan tersebut tidak hanya terkait cita rasa makanan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya, tradisi, dan filosofi hidup masyarakat Jawa Timur.
Ia mengatakan keberhasilan pecel menembus jajaran kuliner terbaik dunia dapat menjadi momentum untuk memperkuat promosi makanan khas Indonesia ke pasar global.
“Setiap daerah di Jawa Timur punya pecel dengan ciri khas tersendiri. Ini menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner kita. Ada pecel yang gurih, pedas, manis, hingga berpadu dengan kuah khas daerah. Semua memiliki cerita budaya yang luar biasa,” katanya.
Ragam Pecel Khas Jawa Timur
Jawa Timur memiliki beragam jenis pecel yang berkembang di berbagai daerah dengan karakteristik berbeda.
Beberapa di antaranya adalah Pecel Madiun yang dikenal dengan aroma daun jeruk purut, Pecel Tumpang Kediri berbahan tempe fermentasi, Pecel Semanggi Surabaya yang menggunakan campuran petis, Pecel Punten Tulungagung, hingga Pecel Rawon dan Pecel Pitik khas Banyuwangi.
Khofifah berharap pencapaian ini dapat mendorong wisata kuliner sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap makanan tradisional.
“Jangan sampai generasi muda justru lebih mengenal makanan luar dibandingkan kuliner daerahnya sendiri. Pecel adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan, dipromosikan, dan diwariskan lintas generasi,” ungkapnya.
Pecel merupakan kuliner tradisional khas Jawa Timur yang terdiri atas nasi putih, aneka sayuran rebus, dan sambal kacang berbumbu cabai, gula merah, kencur, serta daun jeruk yang dikenal kaya serat dan vitamin.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





