
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan 1.240 ekor kambing dam jamaah haji tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan gizi mustahik di berbagai provinsi sekaligus memberdayakan peternak lokal di Indonesia.
Penyaluran program tersebut diawali secara simbolis dalam kegiatan Program Dam Haji 2026 di Balai Ternak Baznas Desa Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Jumat (29/5).
Program ini memanfaatkan pasokan ternak dari 43 Balai Ternak Baznas yang tersebar di tujuh provinsi, termasuk pemotongan 50 ekor domba hasil budi daya peternak binaan setempat.
“Hewan dam yang hari ini diserahkan, bukan sekadar komoditas pangan biasa, melainkan sebuah amanah yang sangat besar, yang sangat mulia, titipan dari jamaah haji kita,” ungkap Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi.
Daging Dam Disalurkan untuk Mustahik
Zainut menjelaskan program dam haji yang berjalan sejak 2024 tersebut bertujuan memfasilitasi jamaah yang membayar dam di tanah air agar memberikan manfaat sosial melalui penyediaan daging bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, program ini juga memperkuat kontribusi Balai Ternak Baznas yang kini telah hadir di 103 titik pada 15 provinsi melalui bantuan modal usaha, sarana produksi, dan pendampingan peternak.
“Baznas pada posisi memfasilitasi bagi para hujaj (jamaah haji) yang menitipkan damnya kepada kami, dan kami pastikan bahwa dam itu kami akan salurkan kepada mustahik, orang-orang yang betul-betul membutuhkan,” ujarnya.
Pemerintah Dorong Manfaat Dam Kembali ke Tanah Air
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Abu Rokhmad mengatakan pelaksanaan dam di dalam negeri telah dirintis sejak 2025 sebagai langkah strategis agar manfaat ibadah haji dapat dirasakan langsung masyarakat Indonesia.
Ia menjelaskan sebanyak 1.240 hewan dam yang dikelola Baznas merupakan sebagian dari total dam jamaah haji, sementara sebagian lainnya disalurkan melalui lembaga keagamaan berbeda.
“Ini salah satu inisiatif dari Kementerian Haji dan Umrah yang sekarang melaksanakan haji, dan kita patut menghargai upaya ini dalam rangka memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Jadi, ini kembali ke tanah air dalam bentuk ternak yang dagingnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” ungkap Abu Rokhmad.
Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan mustahik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat melalui penguatan sektor peternakan berbasis pemberdayaan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





