
Pantau - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan seluruh jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani telah meninggalkan Mina sehingga rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) resmi berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Dahnil meninjau langsung proses akhir pergerakan jamaah haji Indonesia di Mina, Makkah, pada 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Ia menjelaskan bahwa rombongan yang berangkat pada hari itu merupakan kelompok terakhir jamaah nafar tsani setelah sebelumnya jamaah nafar awal lebih dahulu meninggalkan Mina.
Seluruh Tenda Jamaah Indonesia di Mina Telah Kosong
Dahnil mengungkapkan, "Hingga pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, seluruh jamaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh tenda jamaah Indonesia di Mina telah kosong dan tidak ada jamaah yang tertinggal setelah menyelesaikan lontar jumrah.
Menurutnya, secara umum pelaksanaan fase Armuzna tahun ini berjalan dengan baik meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi.
Evaluasi tersebut mencakup pelayanan di tenda Arafah, pelayanan di tenda Mina, serta tata kelola mabit di Muzdalifah melalui skema murur.
Dahnil menyampaikan bahwa berbagai masukan dari jamaah dan pihak terkait akan menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji pada masa mendatang.
Ia mengatakan, "Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama fase Armuzna masih terdapat kekurangan pelayanan," ujarnya.
Fokus Beralih ke Pemulangan Jamaah Haji
Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia yang dinilai tertib selama menjalani rangkaian ibadah di Mina.
Penghargaan turut diberikan kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja dan mendedikasikan diri untuk melayani jamaah selama penyelenggaraan ibadah haji.
Setelah fase Armuzna berakhir, penyelenggaraan ibadah haji kini memasuki tahap pemulangan jamaah ke Indonesia.
Dahnil meminta seluruh petugas tetap memberikan pelayanan optimal di hotel-hotel tempat jamaah menginap serta menjaga sikap responsif, simpatik, dan empatik.
Ia juga mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah serta seluruh jamaah untuk tetap menjaga ketertiban, disiplin, dan kesehatan hingga jadwal kepulangan tiba.
Menurutnya, jamaah perlu menghindari aktivitas berlebihan di luar hotel agar kondisi fisik tetap terjaga sehingga proses pemulangan ke Tanah Air dapat berlangsung lancar.
- Penulis :
- Shila Glorya





