
Pantau - Tim SAR gabungan menemukan korban kedua yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yakni Anindita Mantika Muslim (9), pada Minggu pagi dalam kondisi meninggal dunia.
Anindita sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Karang Buyuk pada Jumat, 29 Mei 2026 sore.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram Bustanil mengatakan tim SAR menerima laporan dari warga dan nelayan setempat pada pukul 07.10 WITA.
"Laporan tersebut menyebutkan bahwa korban terlihat mengapung di sekitar perairan Pantai Bintaro," ungkap Bustanil.
Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban.
Korban Ditemukan di Perairan Pantai Bintaro
Korban ditemukan mengapung di perairan Pantai Bintaro sekitar 1,81 nautical mile ke arah utara dari lokasi kejadian.
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
"Korban ditemukan dengan jarak sekitar 1,81 nautical mile arah utara dari lokasi kejadian, jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Dengan ditemukan-nya kedua korban, maka operasi SAR resmi kami nyatakan ditutup," kata Bustanil.
Dengan ditemukannya korban kedua, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan.
Korban Pertama Ditemukan Sehari Sebelumnya
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan korban pertama bernama Pietro Lionel Alesandro Seda (13) pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 08.30 WITA.
Pietro ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar satu kilometer ke arah utara dari lokasi kejadian pertama di Pantai Skip.
Setelah ditemukan, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan kendaraan Rescue D-Max milik Kantor SAR Mataram.
Kedua korban dilaporkan hilang pada Jumat, 29 Mei 2026 sore dalam dua kejadian yang hampir bersamaan akibat terseret ombak.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Mataram, Sat Brimob Polda NTB, Polairud Polda NTB, Polsek Ampenan, Polresta Mataram, Koramil Ampenan, Taruna Siaga Bencana, nelayan setempat, dan warga sekitar.
- Penulis :
- Gerry Eka





