HOME  ⁄  Nasional

Rahmawati Apresiasi PLBN Labang, Simbol Kehadiran Negara di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Rahmawati Apresiasi PLBN Labang, Simbol Kehadiran Negara di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Foto: (Sumber: Anggota DPR RI Rahmawati melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (29/5/2026). ANTARA/HO-ISTIMEWA.)

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati mengapresiasi keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang dinilai menjadi simbol kehadiran negara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Rahmawati melakukan kunjungan kerja ke PLBN Labang di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Jumat (29/5/2026).

Rahmawati mengaku terkesan dengan kondisi bangunan PLBN yang berdiri di kawasan perbatasan dan menyatu dengan keindahan alam sekitar.

"Saya kaget ternyata ada bangunan yang kokoh, indah, dan memiliki nilai seni. Dari sini terlihat sungai dan gunung yang menjadi beranda Indonesia," ungkapnya.

Menurut Rahmawati, desain bangunan PLBN yang kokoh dan berpadu dengan panorama alam menjadikan fasilitas tersebut sebagai representasi kehadiran negara di wilayah terdepan Indonesia.

Selain itu, ia menilai fasilitas yang tersedia di PLBN Labang sudah memadai, termasuk ketersediaan listrik, air bersih, dan berbagai sarana penunjang lainnya.

Libatkan Puluhan Warga Lokal

Rahmawati juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat sekitar dalam operasional PLBN Labang.

Ia menyebut sekitar 40 tenaga kerja yang bertugas di PLBN berasal dari warga setempat.

"Saya senang karena sekitar empat puluh karyawan di PLBN ini berasal dari masyarakat lokal," katanya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas negara yang berada di kawasan perbatasan.

Rahmawati berharap keberadaan PLBN Labang tidak hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas masyarakat lintas negara, tetapi juga memperkuat pengawasan wilayah perbatasan.

"Dengan adanya bangunan ini, kita menegaskan bahwa perbatasan benar-benar dijaga," ujarnya.

Jalur Sungai Jadi Keunikan PLBN Labang

Perjalanan menuju PLBN Labang tergolong menantang karena harus ditempuh melalui jalur darat dan sungai.

Rute perjalanan dimulai dari Tanjung Selor menuju Mansalong dengan waktu tempuh sekitar tujuh hingga delapan jam melalui jalur darat.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan perahu bermesin tempel selama sekitar empat hingga delapan jam melalui jalur sungai.

PLBN Labang memiliki keunikan dibandingkan pos lintas batas lainnya di Indonesia karena seluruh aktivitas pelintas dilakukan melalui jalur sungai menggunakan perahu.

Keunikan tersebut menjadikan PLBN Labang sebagai salah satu pos lintas batas yang berbeda dari kawasan perbatasan lainnya di Tanah Air.

PLBN Labang dibangun pada era Presiden Joko Widodo dan diresmikan pada 2 Oktober 2024.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi keamanan dan pengawasan wilayah perbatasan, tetapi juga mendorong pembangunan dan pertumbuhan kawasan perbatasan Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka