
Pantau - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci utama agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang berhak menerima.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Kupang serta berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Merah Putih (SRMP) 19 Kupang.
Saifullah Yusuf mengatakan, "Selama ini data kita tidak akurat sehingga bantuan-bantuan yang kita salurkan tidak tepat sasaran."
Menurutnya, apabila data penerima bantuan akurat maka penyaluran bantuan juga akan lebih tepat dan mampu meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menyajikan data yang jujur dan melakukan perbaikan pendataan secara menyeluruh.
Saifullah mengatakan, "Mari kita mulai menyajikan data yang jujur. Kita perbaiki saat ini datanya sehingga tidak ada lagi keluarga miskin yang tidak terdata."
Perbaikan Data Jadi Prioritas Kemensos
Saifullah menjelaskan bahwa salah satu fokus utama sejak dirinya dilantik sebagai Menteri Sosial adalah memperbaiki sistem pendataan penerima bantuan sosial.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh masyarakat yang berhak dapat terdata dan memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 45 persen penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai tidak tepat sasaran.
Temuan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat pembenahan sistem data sosial nasional.
Saifullah juga meminta seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, camat, kepala desa, lurah, hingga RT dan RW, untuk meningkatkan kualitas pendataan masyarakat.
Data Tunggal Jadi Acuan Penyaluran Bansos
Menurut Saifullah, setiap kabupaten, kota, kelurahan, dan desa perlu memiliki operator data yang bertugas melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan.
Ia menilai keberadaan operator data penting untuk memastikan proses pembaruan data berjalan konsisten dan berkesinambungan.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena turut mendukung pentingnya penggunaan data yang akurat dalam seluruh program sosial pemerintah.
Melki mengatakan, "Karena itu pendataan itu sangat diperlukan. Data tunggal sosial ekonomi nasional kini menjadi rujukan penting untuk menentukan berbagai data penyaluran, terutama bagi masyarakat miskin."
Pemerintah saat ini menjadikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai rujukan utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial.
Perbaikan kualitas data diharapkan dapat mengurangi kesalahan sasaran penerima bantuan sekaligus memastikan masyarakat miskin yang berhak tidak terlewat dari program pemerintah.
- Penulis :
- Gerry Eka





