HOME  ⁄  Nasional

Ribuan Umat Buddha Ikuti Detik-Detik Tri Suci Waisak 2570 BE di Borobudur

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ribuan Umat Buddha Ikuti Detik-Detik Tri Suci Waisak 2570 BE di Borobudur
Foto: (Sumber: Umat Buddha mengikuti detik-detik saisak di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. ANTARA/Heru Suyitno.)

Pantau - Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara mengikuti peringatan detik-detik Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE)/2026 di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Puncak perayaan Waisak berlangsung tepat pada pukul 15.44.44 WIB dan diikuti secara khidmat oleh para bhikkhu, tokoh agama, serta umat Buddha yang memadati kawasan Candi Borobudur.

Bhiksu Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia, Dwi Virya, mengatakan peringatan detik-detik Waisak merupakan bentuk penghormatan terhadap tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama.

"Kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, pencapaian penerangan sempurna serta wafatnya Sang Buddha Gautama yang dikenal sebagai Parinibbana," kata Dwi Virya.

Ketiga peristiwa tersebut menjadi dasar perayaan Tri Suci Waisak yang diperingati umat Buddha di seluruh dunia.

Menurut Dwi Virya, peringatan Waisak bukan hanya sekadar seremoni keagamaan.

Waisak juga menjadi momentum untuk memperkuat pengendalian diri dan menumbuhkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan tersebut mengajak umat menghadirkan kedamaian dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Tema yang diangkat pada Waisak 2570 BE tahun 2026 adalah "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan".

Tema tersebut mengajak umat Buddha menjadikan Dharma sebagai pedoman dalam membangun karakter yang luhur.

Dharma juga diharapkan menjadi landasan untuk membentuk sikap bijaksana, toleran, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Dwi Virya menilai nilai-nilai Dharma yang diajarkan Sang Buddha tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Nilai tersebut dapat menjadi dasar dalam membangun harmoni dan persaudaraan antarumat manusia.

Melalui peringatan Tri Suci Waisak, umat Buddha diharapkan semakin menghayati nilai Dharma dan cinta kasih universal.

Penghayatan terhadap nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menghadirkan kedamaian, kebijaksanaan, dan keharmonisan bagi seluruh makhluk.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur merupakan salah satu agenda keagamaan Buddha terbesar di Indonesia yang setiap tahun menarik kehadiran umat dari berbagai negara.

Kehadiran ribuan umat dari dalam dan luar negeri menunjukkan posisi Borobudur sebagai pusat perayaan Waisak yang penting di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis :
Gerry Eka