
Pantau - Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 dinilai menjadi momentum untuk menguatkan kembali pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara agar tidak berhenti sebagai simbol seremonial semata.
Dalam telaah yang ditulis Rusmin Nuryadin, Pancasila disebut sebagai ideologi yang dirancang para pendiri bangsa untuk menjadi pedoman hidup yang mampu menjawab tantangan zaman.
Pancasila lahir sebagai dasar filsafat dan pandangan hidup bangsa yang digali dari nilai-nilai masyarakat Indonesia.
Menurut telaah tersebut, tantangan saat ini adalah memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Tantangan Pengamalan Pancasila
Telaah itu menyoroti masih adanya berbagai persoalan sosial yang dinilai menunjukkan jarak antara nilai Pancasila dan realitas di lapangan.
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa disebut masih menghadapi tantangan berupa munculnya kasus intoleransi di tengah masyarakat.
Sementara itu, nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dinilai menghadapi tantangan akibat maraknya perundungan dan rendahnya empati di ruang digital.
Di sisi lain, cita-cita Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia disebut masih menjadi pekerjaan rumah karena ketimpangan ekonomi dan pembangunan di berbagai wilayah.
Penulis menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan implementasi Pancasila secara nyata dalam berbagai sektor kehidupan.
Pancasila dalam Hukum, Ekonomi, dan Ruang Digital
Telaah tersebut juga mendorong penerapan nilai Pancasila dalam kebijakan hukum yang lebih berkeadilan dan berorientasi pada pemulihan melalui pendekatan restorative justice.
Dalam bidang ekonomi, nilai keadilan sosial disebut perlu diwujudkan melalui keberpihakan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penopang ekonomi rakyat.
Pancasila juga dinilai perlu hadir dalam ruang digital melalui penguatan literasi digital, kampanye melawan hoaks, serta pengembangan konten yang menghargai keberagaman.
"Sudah saatnya kita menurunkan Pancasila dari dinding-dinding formalitas upacara, dan memasukkannya ke dalam ruang sidang, pasar tradisional, kebijakan publik, hingga ke dalam hati dan tindakan kita sehari-hari," tulis Rusmin Nuryadin dalam telaah tersebut.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini pun menjadi pengingat bahwa nilai-nilai dasar bangsa tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang terus berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





