HOME  ⁄  Nasional

Lestari Moerdijat Tekankan Generasi Muda Harus Mengenali Diri Sebelum Menjadi Pemimpin

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lestari Moerdijat Tekankan Generasi Muda Harus Mengenali Diri Sebelum Menjadi Pemimpin
Foto: (Sumber : Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat memberikan materi secara daring kepada peserta Karantina Duta Siswa Kabupaten/Kota se-Indonesia 2026 tentang pentingnya memahami diri sebagai fondasi kepemimpinan generasi muda..)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan generasi muda yang ingin menjadi pemimpin masa depan harus terlebih dahulu mampu mengenali dan memahami dirinya sendiri sebagai fondasi utama kepemimpinan.

Pernyataan tersebut disampaikan Lestari saat memberikan materi secara daring kepada peserta Karantina Duta Siswa Kabupaten/Kota se-Indonesia 2026 yang diselenggarakan Komite Seleksi Nasional Yayasan Duta Siswa Indonesia pada Minggu (31/5/2026).

“Perjalanan mengenal diri sendiri itu dimulai sejak dini. Kalau kita mau mengubah masa depan, maka kita harus belajar memahami diri sendiri,” ungkap Lestari.

Menurut perempuan yang akrab disapa Rerie itu, tantangan terbesar yang dihadapi seorang pemimpin bukan berasal dari orang lain, melainkan dari dirinya sendiri.

“Pemimpin yang paripurna adalah pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sudah selesai dengan dirinya sendiri berarti memahami dirinya,” tegasnya.

Generasi Muda Diminta Tidak Mudah Terdistraksi

Rerie menjelaskan salah satu langkah penting dalam memahami diri adalah membiasakan diri untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi.

Ia menyoroti kebiasaan sebagian anak muda yang bergerak terlalu cepat dalam merespons berbagai hal tanpa memahami situasi secara mendalam.

Menurutnya, budaya cepat scrolling, cepat viral, dan cepat bereaksi berpotensi membuat seseorang kehilangan fokus.

“Banyak anak pintar, tetapi tidak fokus. Dan gampang sekali terdistraksi,” ujarnya.

Rerie menilai kemampuan menjaga fokus menjadi modal penting bagi generasi muda yang ingin menjadi pemimpin di masa depan.

Teori U Jadi Bekal Kepemimpinan Masa Depan

Dalam kesempatan tersebut, Rerie juga memperkenalkan Teori U yang dikembangkan Otto Scharmer sebagai salah satu pendekatan untuk memahami diri dan mengambil keputusan secara lebih bijak.

Teori tersebut menekankan pentingnya melihat, mendengar, memahami, serta merenungkan informasi sebelum mengambil tindakan.

Menurutnya, pemimpin harus mampu memahami akar persoalan dan tidak hanya berfokus pada gejala yang tampak di permukaan.

“Karena, apa yang terlihat di atas itu biasanya hanya sedikit. Yang sebenarnya justru ada di bawah dan tersembunyi,” jelasnya.

Rerie juga mendorong generasi muda untuk membangun empati dan kemampuan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan.

“Sehingga ketika mengambil keputusan, ketika kalian bertindak, ketika memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan, kalian memiliki kemampuan untuk melihat dari berbagai sudut pandang," tegasnya.

Di akhir pemaparannya, Rerie mengajak para peserta untuk berani berubah, berani mencoba, dan mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin sejak dini.

“Mulai dari sekarang, para calon pemimpin sudah harus mampu mengenali dirinya, mampu memahami dirinya, dan kemudian menyiapkan dirinya untuk bertindak,” pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf