
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memaparkan struktur kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdiri atas intrakurikuler dan kokurikuler sebagai bagian dari dukungan terhadap program wajib belajar 13 tahun atau wajib belajar 1 tahun pra-sekolah.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Non Formal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan kedua komponen tersebut menjadi fondasi pembentukan 8 Dimensi Profil Lulusan yang ditargetkan terbentuk selama anak mengikuti pendidikan di satuan PAUD.
“Implementasi intrakurikuler dan kokurikuler di PAUD menjadi fondasi pembentukan 8 Dimensi Profil Lulusan yang diharapkan tercapai pada diri anak selama di satuan PAUD, yang saat ini menjadi arah kebijakan nasional,” ungkapnya.
Intrakurikuler Fokus Bangun Kemampuan Fondasi Anak
Kemendikdasmen merancang kegiatan pembelajaran intrakurikuler sebagai pembelajaran utama untuk membentuk kemampuan fondasi peserta didik.
Capaian pembelajaran intrakurikuler meliputi nilai agama, budi pekerti, jati diri, dasar-dasar literasi, dasar-dasar matematika, dasar-dasar sains, dasar-dasar teknologi, serta seni.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menghubungkan konsep ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari anak.
Sumber belajar pada jenjang PAUD dapat berasal dari berbagai objek yang terdapat di lingkungan sekitar peserta didik.
Selain itu, sumber belajar juga dapat memanfaatkan buku bacaan anak dan teknologi yang ramah anak.
“Hal ini bertujuan untuk membangun dasar yang kokoh untuk kesiapan sekolah dan keberhasilan murid di jenjang pendidikan berikutnya,” kata Gogot.
Khusus untuk Taman Kanak-kanak Luar Biasa (TKLB), pembelajaran intrakurikuler difokuskan pada aktivitas bermain bermakna yang memberikan ruang eksplorasi, mendukung pengembangan karakter, serta mengembangkan kompetensi anak.
Bagi peserta didik berkebutuhan khusus, aktivitas bermain bermakna juga memiliki fungsi terapeutik untuk menstimulasi aspek perkembangan yang mengalami hambatan dan mendukung perkembangan kemampuan anak.
Kokurikuler Perkuat Profil Lulusan dan Kesiapan Belajar
Pada komponen kokurikuler, Kemendikdasmen menyusun kegiatan pembelajaran tambahan yang bertujuan memperkuat pencapaian profil lulusan dan mendukung perkembangan anak secara lebih menyeluruh.
Penyusunan kegiatan kokurikuler mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) untuk PAUD dan satuan pendidikan sederajat.
Menurut Kemendikdasmen, kebijakan wajib belajar 1 tahun pra-sekolah merupakan upaya pemerintah untuk memastikan seluruh anak memiliki kesiapan belajar yang lebih baik sebelum memasuki pendidikan dasar.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat fondasi karakter, kemampuan sosial emosional, dan literasi anak sejak usia dini.
“Dengan demikian, kebijakan wajib belajar 1 tahun pra-sekolah ini pada dasarnya adalah upaya Pemerintah memastikan seluruh anak memiliki kesiapan belajar yang lebih baik melalui pembangunan fondasi karakter, sosial emosional dan literasi yang lebih kuat dan holistik,” tegas Gogot.
Melalui struktur kurikulum yang mencakup intrakurikuler dan kokurikuler, Kemendikdasmen menargetkan peningkatan kesiapan anak dalam memasuki jenjang pendidikan berikutnya sekaligus mendukung pembentukan profil lulusan yang sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya





