
Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hasil kerja sama Pemerintah Kota Mataram dengan pemerintah pusat segera beroperasi setelah proses pembangunan selesai dan kini menunggu mekanisme penyerahan aset dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, "Saat ini kami tinggal menunggu mekanisme penyerahan dari pemerintah pusat."
Dapur MBG tersebut dibangun sepenuhnya oleh pemerintah pusat dengan dukungan Pemerintah Kota Mataram yang menyiapkan lahan seluas sekitar 700 meter persegi.
Lokasi dapur MBG berada di sebelah barat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan di Kota Mataram.
Pemerintah Kota Mataram sebelumnya mengusulkan empat lokasi untuk pembangunan dapur MBG kepada pemerintah pusat.
Dari empat lokasi yang diajukan, hanya satu lokasi yang mendapatkan persetujuan untuk dibangun.
Menunggu Petunjuk Teknis dan Regulasi Pengelolaan
Alwan mengungkapkan, "Proses pembangunan fisik dan lainnya sudah selesai, tinggal diserahkan ke kami."
Setelah proses serah terima rampung, Pemerintah Kota Mataram akan menunggu petunjuk teknis pelaksanaan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Petunjuk teknis tersebut akan menjadi dasar dalam pengelolaan operasional dapur MBG.
Pemerintah Kota Mataram juga akan menentukan mitra pengelola setelah regulasi resmi diterbitkan oleh pemerintah pusat.
Alwan mengatakan, "Sehingga, pengelolaan dilakukan oleh mitra. Tapi, untuk kepastiannya, kami menunggu regulasi dari pemerintah pusat."
Sekda Kota Mataram membantah anggapan bahwa operasional dapur MBG mengalami keterlambatan.
Menurutnya, tahapan yang masih berlangsung saat ini adalah proses serah terima aset dan pengaturan pengelolaan.
Alwan menegaskan, "Bukan molor ya, tapi penyerahan yang belum rampung."
Ditujukan Tekan Stunting dan Dorong Ekonomi Lokal
Pemerintah Kota Mataram memandang pembangunan dapur MBG sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Program MBG ditujukan untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini.
Dapur MBG tersebut dilengkapi fasilitas yang memenuhi standar higienis yang ketat untuk mendukung penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak penerima manfaat.
Pengelolaan menu makanan akan melibatkan tenaga ahli gizi lokal yang bertugas menyusun menu seimbang sesuai kebutuhan gizi anak.
Selain meningkatkan kesehatan anak, keberadaan dapur MBG juga diproyeksikan mampu menggerakkan perekonomian lokal.
Pasokan bahan baku program MBG akan diserap dari pelaku usaha lokal yang mencakup petani, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bahan baku yang diserap meliputi beras, sayuran, lauk-pauk, dan susu.
Alwan berharap program tersebut memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Kami berharap keberadaan dapur MBG tersebut bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di kota ini," ungkapnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





