HOME  ⁄  Nasional

Syafrin Liputo Tetapkan Empat Prioritas dalam 100 Hari Kerja Pertama sebagai Wali Kota Jakarta Selatan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Syafrin Liputo Tetapkan Empat Prioritas dalam 100 Hari Kerja Pertama sebagai Wali Kota Jakarta Selatan
Foto: Syafrin Liputo resmi menjabat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan menggantikan Muhammad Anwar yang memasuki masa purna tugas, Jakarta, Selasa 2/6/2026 (sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau - Syafrin Liputo resmi menjabat sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan menggantikan Muhammad Anwar yang memasuki masa purna tugas dan menetapkan empat program prioritas utama dalam 100 hari kerja pertamanya, yakni penataan kawasan dan lingkungan, pengendalian banjir, penataan lokasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penanganan kemacetan lalu lintas.

Syafrin mengatakan, "Empat program prioritas tersebut meliputi penataan kawasan dan lingkungan, pengendalian banjir, penataan lokasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penanganan kemacetan di sejumlah titik wilayah Jakarta Selatan."

Menurut Syafrin, penataan kawasan dan lingkungan menjadi salah satu fokus utama yang akan terus dilanjutkan seiring pelaksanaan berbagai program pembangunan di wilayah Jakarta Selatan.

Ia menegaskan program-program pembangunan yang selama ini berjalan baik akan tetap diteruskan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta.

Syafrin mengatakan, "Selanjutnya, sesuai amanah Bapak Gubernur, saya tentu akan terus melanjutkan program-program yang sudah ditetapkan oleh Bapak Gubernur untuk wilayah Jakarta Selatan."

Kolaborasi Pentahelix Jadi Dasar Pelaksanaan Program

Syafrin menilai keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan akan menerapkan pendekatan Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Syafrin mengatakan, "Hal-hal yang sudah baik akan kita pertahankan, bahkan terus kita tingkatkan. Tentu dalam hal ini kami tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus bekerja secara kolektif kolegial."

Ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta Selatan.

Syafrin mengatakan, "Jadi, bagaimana seluruh unsur bergerak bersama, dan kemudian kita berupaya menyelesaikan seluruh permasalahan dengan prinsip solusi yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat Jakarta Selatan."

Fokus UMKM, Banjir, dan Kemacetan

Selain penataan kawasan, perhatian juga diberikan pada sektor UMKM melalui penataan lokasi usaha, peningkatan keteraturan kawasan usaha, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam bidang kebencanaan, pengendalian kawasan rawan banjir menjadi prioritas yang akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Persoalan kemacetan lalu lintas juga menjadi perhatian utama melalui identifikasi titik-titik kemacetan, koordinasi lintas instansi, dan penyusunan solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

Syafrin menyatakan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi yang efektif terhadap persoalan transportasi di Jakarta Selatan.

Selain program pembangunan fisik, ia juga berkomitmen memperkuat komunikasi dengan masyarakat untuk mengetahui berbagai permasalahan warga, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mempercepat penyelesaian keluhan masyarakat.

Apresiasi untuk Muhammad Anwar dan Ajakan Menjaga Lingkungan

Pada kesempatan tersebut, Syafrin menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Anwar atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Jakarta Selatan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kenyamanan lingkungan, dan mendukung pembangunan Jakarta Selatan.

Syafrin mengatakan, "Mari kita bersama-sama membangun Jakarta Selatan dengan prinsip ketertiban dan kenyamanan. Mari kita jaga lingkungan kita agar selalu menjadi tempat tinggal yang nyaman."

Informasi tambahan, empat prioritas utama dalam 100 hari kerja Syafrin meliputi penataan kawasan dan lingkungan, pengendalian banjir, penataan lokasi UMKM, serta penanganan kemacetan dengan pendekatan kolaboratif dan penguatan komunikasi dengan masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa