HOME  ⁄  Nasional

Unhas Tetapkan Enam Kawasan Transmigrasi sebagai Lokasi Penugasan Tim Ekspedisi Patriot 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Unhas Tetapkan Enam Kawasan Transmigrasi sebagai Lokasi Penugasan Tim Ekspedisi Patriot 2026
Foto: Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) sekaligus PIC TEP Unhas Abdullah Sanusi (sumber: Unhas)

Pantau - Enam kawasan transmigrasi di Papua Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai lokasi penugasan peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang berada di bawah koordinasi Universitas Hasanuddin (Unhas).

Direktur Kemahasiswaan Unhas sekaligus Person in Contact (PIC) TEP Unhas Abdullah Sanusi menjelaskan peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan ditempatkan di kawasan Weri Saharey, Wakorumba, Anawua, Pitu Riase, serta kawasan Asinua hingga Routa.

Ia mengungkapkan, "Peserta yang nantinya dinyatakan lolos akan ditempatkan pada sejumlah lokasi penugasan tersebut. Kami berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan baik serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional."

Hasil Seleksi Diumumkan 2 Juni 2026

Hasil seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026 dijadwalkan diumumkan secara resmi pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 23.00 Wita setelah rapat pleno dan penerbitan Keputusan Menteri.

Program TEP merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi yang bertujuan melibatkan generasi muda terdidik dalam pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 perguruan tinggi mitra utama di Indonesia dan Universitas Hasanuddin menjadi salah satu perguruan tinggi yang terlibat dalam program tersebut.

Abdullah mengungkapkan minat generasi muda terhadap program pembangunan kawasan transmigrasi tergolong sangat tinggi.

Sebanyak 1.182 peserta mendaftar melalui jalur seleksi yang dikoordinasikan oleh Unhas.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 340 orang atau 28,8 persen merupakan alumni Universitas Hasanuddin.

Sebanyak 842 orang atau 71,2 persen berasal dari berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia.

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme besar generasi muda untuk terlibat dalam program pengabdian di kawasan transmigrasi.

Seleksi Berlangsung Ketat dan Transparan

Meskipun jumlah pendaftar mencapai lebih dari seribu orang, kuota yang tersedia hanya 125 peserta.

Dengan demikian, hanya 125 peserta yang akan dinyatakan lolos dan mengisi formasi TEP 2026.

Abdullah menilai proses seleksi berlangsung sangat kompetitif.

Ia mengatakan, "Proses seleksi TEP ini berlangsung sangat kompetitif. Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan dengan sungguh-sungguh. Terlepas dari hasil malam ini, pengalaman seleksi menjadi bekal penting dalam membangun kepemimpinan dan kepekaan sosial."

Menurutnya, pengalaman selama mengikuti seleksi menjadi bekal penting dalam pengembangan kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan kepekaan sosial peserta.

Proses rekrutmen dan seleksi dilakukan secara bertahap dengan seluruh tahapan dilaksanakan secara transparan.

Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa proses seleksi tidak dipungut biaya.

Sebanyak 803 peserta berhasil melaju ke tahap self-assessment.

Pada tahap tersebut, peserta dinilai berdasarkan delapan aspek utama yang mencakup kualifikasi akademik, ketahanan lapangan, dan kesiapan menghadapi kondisi penugasan.

Hasil self-assessment kemudian diperdalam melalui dua gelombang wawancara untuk mengukur kompetensi, kesiapan, dan potensi kontribusi peserta.

Abdullah mengimbau seluruh peserta tetap tenang menunggu hasil seleksi resmi.

Ia menegaskan seluruh informasi mengenai hasil seleksi harus merujuk pada kanal resmi Kementerian Transmigrasi.

Peserta diminta tidak mempercayai informasi dari sumber tidak resmi guna menghindari kesalahpahaman terkait hasil seleksi TEP 2026.

Penulis :
Leon Weldrick