
Pantau - Polres Biak Numfor mengerahkan 36 personel untuk memberikan trauma healing kepada warga terdampak ledakan bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, setelah insiden tersebut menewaskan enam orang, menyebabkan tiga warga hilang, dan merusak sembilan rumah.
Polwan Diterjunkan Dampingi Warga Terdampak
Waka Polres Biak Numfor Kompol Jebelina Walli mengatakan 36 personel yang dilibatkan merupakan anggota Polwan yang dibagi dalam tiga kelompok untuk melaksanakan pendampingan setiap hari.
Kegiatan trauma healing dilakukan di dua lokasi penampungan warga terdampak, yakni Kantor Satpol PP Biak Numfor dan Hotel Mapia.
Kompol Jebelina menjelaskan kegiatan tersebut difokuskan untuk membantu mengurangi trauma yang dialami warga, terutama anak-anak yang terdampak langsung akibat ledakan.
"Ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis masyarakat pascakejadian, sehingga melalui pendekatan humanis yang dilakukan Polwan Polres Biak Numfor diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan moral untuk membantu memulihkan rasa aman dan mengurangi dampak trauma yang masih dirasakan," ungkap Kompol Jebelina Walli.
Anak-Anak Diajak Bermain dan Bernyanyi
Selama proses pendampingan, personel Polri mengajak anak-anak bermain dan bernyanyi untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka.
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIT di lokasi penampungan sementara warga terdampak.
Selain memberikan pendampingan psikologis, personel Polri juga menyalurkan bantuan berupa makanan ringan dan kebutuhan dasar kepada warga.
Insiden ledakan bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II terjadi pada Minggu (31/5) di Biak Numfor.
Peristiwa itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia, tiga orang masih dilaporkan hilang, serta sembilan rumah mengalami kerusakan akibat ledakan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





