HOME  ⁄  Nasional

BMKG Peringatkan Gelombang Laut Hingga 4 Meter di Perairan Selatan Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Peringatkan Gelombang Laut Hingga 4 Meter di Perairan Selatan Indonesia
Foto: (Sumber : Foto udara gelombang tinggi mendekati permukiman penduduk di Desa Ujong Kalak, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Jumat (15/5/2026). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh memprediksikan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 2,8 meter di perairan Aceh Barat selama tiga hari kedepan yang disebabkan oleh pola angin yang bertiup dari selatan dan barat daya dengan kecepatan 5-32 km/jam. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan selatan Indonesia pada periode 3 hingga 6 Juni 2026.

Gelombang Tinggi Dipicu Angin Kencang di Wilayah Selatan

Pelaksana Tugas Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra mengatakan potensi gelombang tinggi dipengaruhi pola angin yang bergerak konstan dari arah timur hingga tenggara.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Banda," kata Agie Wandala Putra.

BMKG mencatat kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian selatan berkisar antara 6 hingga 25 knot.

Kondisi tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Berdasarkan peta sebaran risiko BMKG, gelombang hingga empat meter berpotensi terjadi di perairan Bengkulu dan Lampung yang berada di wilayah barat Sumatra.

Nelayan dan Pelaku Pelayaran Diminta Waspada

Risiko gelombang tinggi juga diprakirakan meluas ke perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pergerakan gelombang kemudian diprediksi terus bergeser ke arah timur hingga mencapai perairan selatan Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ungkap Agie.

BMKG mengimbau seluruh pihak yang beraktivitas di laut untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan mengikuti peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala.

Penulis :
Aditya Yohan