HOME  ⁄  Nasional

Lestari Moerdijat Dorong Perbaikan Menyeluruh Pendidikan Vokasi untuk Tekan Pengangguran Lulusan SMK

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lestari Moerdijat Dorong Perbaikan Menyeluruh Pendidikan Vokasi untuk Tekan Pengangguran Lulusan SMK
Foto: (Sumber : Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa perbaikan ekosistem pendidikan vokasi harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, Selasa (2/6/2026). Data BPS Februari 2026 mencatat tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK masih tertinggi di angka 7,74%, sementara Kemendikdasmen menyiapkan kuota sertifikasi bagi 250.000 murid SMK..)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan perbaikan ekosistem pendidikan vokasi harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh untuk meningkatkan kompetensi lulusan serta menekan angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sertifikasi Kompetensi Dinilai Langkah Strategis

Lestari Moerdijat menyampaikan dukungannya terhadap program sertifikasi yang disiapkan Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bagi 250.000 murid SMK pada 2026.

Program tersebut terdiri atas 150.000 kuota Sertifikasi Kompetensi dan 100.000 kuota Sertifikasi Bahasa Asing yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing lulusan vokasi di dunia kerja.

"Langkah pemberian sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis, namun harus diikuti dengan perbaikan ekosistem pendidikan vokasi secara menyeluruh," kata Lestari dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas lulusan tidak cukup hanya melalui sertifikasi, tetapi juga harus diiringi penguatan hubungan antara sekolah vokasi dan sektor industri.

"Peningkatan kualitas dan keterhubungan sekolah vokasi seperti SMK dengan sektor industri harus konsisten direalisasikan untuk menekan angka pengangguran," ujarnya.

Pengangguran Lulusan SMK Masih Tertinggi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK tercatat sebesar 7,74 persen, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.

Meski mengalami penurunan dari 8,63 persen pada Agustus 2025, lulusan SMK masih menyumbang 22,35 persen dari total pengangguran nasional.

Lestari menilai salah satu penyebab tingginya angka tersebut adalah masih adanya kesenjangan keterampilan antara lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

"Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan dunia usaha agar lulusan pendidikan vokasi dapat terserap di dunia kerja dengan baik," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan program peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui perencanaan yang matang dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global.

"Di tengah dinamika perekonomian dunia yang dipengaruhi sejumlah faktor, dibutuhkan kejelian membaca peluang dan komitmen semua pihak dalam memanfaatkan peluang tersebut dengan baik," ungkap Lestari.

Penulis :
Ahmad Yusuf