
Pantau - Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Australia melalui program kemitraan INOVASI membentuk kelompok kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di 20 kabupaten/kota sebagai upaya memperkuat lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak kepada murid.
Komitmen pembentukan Pokja tersebut ditandatangani dalam rangka memperkuat implementasi kebijakan BSAN di tingkat daerah dan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyebut langkah tersebut sebagai strategi penting dalam memperkuat pelaksanaan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada perlindungan dan pengembangan peserta didik.
Ia mengungkapkan, "Sekolah menjadi tempat dimana semua orang merayakan kebersamaan. Inilah dasar kami menekankan aspek yang lebih humanis, inklusif dan partisipatif."
Sekolah Aman Tidak Hanya Ditentukan Sarana Fisik
Mu'ti menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman serta menghargai kebersamaan seluruh warga sekolah.
Menurutnya, budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana fisik yang memadai.
Lingkungan sosial yang sehat dan hubungan positif antarwarga sekolah juga menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.
Kebijakan BSAN dirancang dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan agar terbentuk ekosistem pembelajaran yang aman, nyaman, dan inklusif.
Ia menyatakan, "Semuanya menjadi satu kesatuan, sehingga sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi sebuah budaya dan peradaban baru, dimana semua anak kita belajar dengan nyaman, gembira, dan penuh semangat untuk mencapai cita-citanya."
Pokja BSAN akan berfungsi sebagai wadah koordinasi lintas sektor di daerah yang melibatkan Sekretariat Daerah, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta instansi terkait lainnya.
Australia Dukung Penguatan Pendidikan Inklusif
Pada kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat kebijakan perlindungan anak di lingkungan sekolah.
Menurut Gita, langkah tersebut penting untuk memastikan setiap anak merasa aman dan terlindungi selama mengikuti proses pendidikan.
Melalui program kemitraan INOVASI, Pemerintah Australia bersama Kemendikdasmen juga mendukung pengembangan dan uji coba Modul Pembiasaan Karakter Hebat di sejumlah daerah.
Praktik-praktik baik yang sebelumnya diterapkan di Kota Batu dan Kota Tarakan kini mulai diperluas ke lebih banyak sekolah.
Ia mengatakan, "Kami menyambut baik pembentukan kelompok kerja sekolah aman dan nyaman di tingkat daerah sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pendidikan di daerah."
Pemerintah Australia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kualitas sistem pendidikan, peningkatan inklusivitas pendidikan, penciptaan lingkungan belajar yang aman, serta peningkatan kualitas pembelajaran bagi seluruh anak di Indonesia.
Pembentukan Pokja BSAN dilakukan di 20 kabupaten/kota dan lima provinsi mitra program INOVASI.
Dalam kegiatan tersebut, Kemendikdasmen juga menyerahkan buku berjudul Ketika Sekolah Melindungi: Cerita dari Sekolah Mitra INOVASI dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang memuat berbagai praktik baik sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan inklusif.
Buku tersebut diharapkan menjadi referensi bagi sekolah dan pemerintah daerah dalam memperkuat penerapan budaya sekolah aman dan nyaman di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya bersama Indonesia dan Australia menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak dan mendukung perkembangan karakter serta prestasi peserta didik.
- Penulis :
- Arian Mesa





