
Pantau - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, menghadapi tiga tantangan utama dalam membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan efektif, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Yahya menyambut baik keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan pimpinan sebelumnya.
"Saya memandang pergantian Kepala BGN oleh Nanik S. Deyang sebagai figur yang sangat tepat untuk menakhodai BGN,” kata Yahya Zaini.
“Pengalamannya yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat tapak selama ini," lanjutnya.
Tata Kelola Anggaran dan Disiplin Operasional Jadi Prioritas
Yahya menjelaskan tantangan pertama yang harus segera dibenahi adalah tata kelola anggaran dan operasional program MBG yang menyerap dana negara dalam jumlah besar.
"Yang pertama, perbaikan tata kelola anggaran dan operasional merupakan substansi mendasar yang perlu diperbaiki adalah transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan serta manajemen distribusi,” ungkapnya.
Menurut dia, akurasi data penerima manfaat serta efisiensi rantai pasok dari pusat hingga daerah harus diperkuat untuk mencegah kebocoran anggaran.
Tantangan kedua adalah penegakan disiplin dan standardisasi yang ketat dalam pelaksanaan program di lapangan.
"Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target zero accident (nol kecelakaan kerja/pangan). Pengawasan berkala tidak boleh kendor,” ujarnya.
Penguatan Sinergi Lintas Sektor
Yahya menilai tantangan ketiga yang tidak kalah penting adalah memperkuat koordinasi antara BGN dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Faktor ini merupakan salah satu titik lemah yang kerap menghambat program skala nasional adalah ego sektoral,” katanya.
Ia menegaskan Kepala BGN yang baru harus meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta pemerintah daerah untuk memastikan pengawasan program berjalan lebih efektif.
“Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar," tegas Yahya.
Yahya berharap BGN di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang mampu bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi penggerak utama perbaikan gizi nasional.
“BGN diharapkan tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi mampu bertransformasi menjadi motor penggerak perbaikan gizi nasional yang aman, disiplin, dan bebas dari insiden yang merugikan masyarakat,”
- Penulis :
- Aditya Yohan





