HOME  ⁄  Nasional

BAM DPR Siap Perjuangkan Hak Pensiunan Indofarma Senilai Rp65 Miliar yang Belum Terbayarkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BAM DPR Siap Perjuangkan Hak Pensiunan Indofarma Senilai Rp65 Miliar yang Belum Terbayarkan
Foto: (Sumber : Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Harris Turino, usai mengikuti agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara BAM DPR RI dan Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto : Mentari/Alma .)

Pantau - Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menegaskan akan terus memperjuangkan pemenuhan hak para mantan karyawan PT Indofarma Global Medika yang hingga kini belum menerima pesangon dan hak-hak lainnya setelah perusahaan dinyatakan pailit.

BAM DPR Cari Solusi Pembayaran Hak Pekerja

Anggota BAM DPR RI Harris Turino mengatakan nilai kewajiban yang masih harus dibayarkan kepada para mantan pekerja mencapai sekitar Rp65 miliar.

"Untuk Indofarma memang angkanya sebenarnya tidak besar, hanya sekitar Rp65 miliar. Persoalannya saat ini Indofarma sendiri sudah pailit. Kami sudah mencoba menghubungi Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi Indonesia, tetapi kendalanya selalu sama, yaitu belum tersedia dana untuk menyelesaikan kewajiban tersebut," ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat Umum antara BAM DPR RI dan Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Harris menegaskan BAM DPR tidak akan berhenti mengawal persoalan tersebut hingga hak para pekerja dapat dipenuhi.

"Jangan sampai hak para karyawan, khususnya yang sudah pensiun atau terdampak kondisi perusahaan, tidak mendapatkan haknya. Ini akan terus kami perjuangkan," katanya.

Menurut Harris, BAM DPR akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Komisi VI DPR RI, Danantara Asset Management, dan Bio Farma sebagai holding farmasi BUMN.

"Kami akan berkomunikasi dengan teman-teman di Komisi VI DPR RI, kemudian dengan Danantara Asset Management, termasuk CEO-nya, dan juga tetap berdiskusi dengan Bio Farma sebagai holding farmasi agar ada jalan keluar bagi penyelesaian hak-hak pekerja," ujarnya.

Indofarma Dinilai Masih Memiliki Potensi Bangkit

Harris menilai Indofarma masih memiliki potensi besar untuk kembali berkembang meski saat ini menghadapi persoalan kepailitan.

Ia menyebut keterpurukan perusahaan lebih disebabkan oleh kesalahan tata kelola dan manajemen pada masa lalu dibandingkan lemahnya prospek bisnis maupun kapasitas produksi.

"Potensi Indofarma sebenarnya luar biasa. Sayangnya, karena kesalahan manajemen lama, perusahaan yang sangat baik ini justru mengalami kebangkrutan. Padahal fasilitas produksinya sangat besar dan kualitas produksinya juga bagus," ungkapnya.

Harris mengusulkan pemanfaatan fasilitas produksi Indofarma melalui kerja sama dengan perusahaan farmasi swasta nasional untuk menghidupkan kembali operasional perusahaan.

"Perusahaan-perusahaan farmasi swasta domestik bisa diajak bekerja sama untuk memproduksi obat di fasilitas Indofarma. Kualitas produksinya sangat baik dan ini bisa menjadi jalan untuk mengembalikan kejayaan Indofarma," katanya.

Ia menambahkan pembenahan tata kelola menjadi faktor utama untuk mengembalikan daya saing perusahaan farmasi pelat merah tersebut.

“Dulu ketika Indofarma memiliki pabrik besar, banyak perusahaan swasta yang khawatir tidak mampu bersaing dengan BUMN farmasi. Namun pada akhirnya persoalannya ada pada tata kelola yang tidak berjalan dengan baik sehingga perusahaan mengalami kolaps. Karena itu, pembenahan manajemen menjadi kunci untuk membangkitkan kembali perusahaan ini," pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf