HOME  ⁄  Nasional

UE dan WHO Perkuat Respons Wabah Ebola di Kongo dan Uganda dengan Dana Darurat Rp312 Miliar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UE dan WHO Perkuat Respons Wabah Ebola di Kongo dan Uganda dengan Dana Darurat Rp312 Miliar
Foto: (Sumber : Tenaga medis mengenakan pakaian pelindung saat menangani wabah virus ebola di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri di Republik Demokratik Kongo, Senin (25/5/2026). ANTARA/Xinhua/aa..)

Pantau - Uni Eropa (UE) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan kerja sama untuk mendukung penanganan wabah Ebola yang masih berlangsung di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda melalui pendanaan darurat, penguatan pengawasan, serta distribusi bantuan kemanusiaan.

Kerja sama tersebut bertujuan membantu otoritas nasional mengendalikan penularan Ebola, melindungi masyarakat, dan memperkuat kesiapsiagaan kesehatan di kawasan Afrika Tengah.

WHO Eropa dalam pernyataannya menyebut dukungan UE akan digunakan untuk memperkuat pengawasan, pencegahan dan pengendalian infeksi, keterlibatan masyarakat, serta menjaga keberlangsungan layanan kesehatan penting.

UE Gelontorkan Dana dan Bantuan Darurat

Uni Eropa mengalokasikan dana kemanusiaan sebesar 15 juta euro atau sekitar Rp312 miliar untuk mendukung operasi darurat di wilayah terdampak Ebola serta memperkuat kesiapan negara-negara tetangga Republik Demokratik Kongo dan Uganda.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 juta euro dialokasikan khusus untuk WHO guna mendukung berbagai program penanganan wabah.

Selain pendanaan, UE juga meluncurkan operasi Jembatan Udara Kemanusiaan atau Humanitarian Air Bridge untuk mengirimkan 100 ton pasokan darurat ke wilayah timur Republik Demokratik Kongo.

Bantuan tersebut mencakup perlengkapan pengumpulan sampel, peralatan penanganan demam berdarah virus, obat-obatan, serta dukungan tambahan bagi tim ahli yang bertugas di lapangan.

Fokus Kendalikan Penularan dan Perkuat Kesiapsiagaan

WHO dan UE menegaskan seluruh upaya dilakukan melalui koordinasi erat dengan pemerintah nasional serta berbagai mitra kesehatan internasional.

Program yang dijalankan difokuskan pada percepatan pengendalian penularan, perlindungan masyarakat berisiko tinggi, serta penguatan sistem kesehatan untuk menghadapi potensi keadaan darurat kesehatan di masa mendatang.

UE dan WHO menyatakan akan terus bekerja sama hingga wabah dapat dikendalikan dan ketahanan sistem kesehatan di kawasan terdampak semakin kuat.

Penulis :
Ahmad Yusuf