
Pantau - Wabah Ebola yang disebabkan oleh strain Bundibugyo di Republik Demokratik (RD) Kongo terus meluas dengan jumlah korban meninggal mencapai 506 jiwa hingga 4 Juli 2026, sementara total kasus terkonfirmasi telah mencapai 1.561 kasus, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
WHO Ungkap Situasi Wabah Masih Mengkhawatirkan
Perwakilan WHO untuk RD Kongo, Anne Ancia, mengatakan skala sebenarnya dari wabah tersebut masih belum sepenuhnya diketahui.
"Skala sebenarnya dari wabah ini belum sepenuhnya diketahui," ungkap Anne Ancia kepada wartawan di Jenewa melalui tautan video dari Bunia, ibu kota Provinsi Ituri.
Ia mengungkapkan masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa wabah Ebola telah mulai stabil.
Selain 506 kematian, RD Kongo juga melaporkan sebanyak 254 pasien telah dinyatakan pulih dari infeksi Ebola.
Lebih dari 10.000 orang yang memiliki kontak dengan pasien saat ini masih dalam pemantauan oleh otoritas kesehatan.
Penanganan dan Uji Klinis Terus Diperkuat
Ancia menjelaskan pemerintah daerah bersama WHO terus melakukan pelacakan riwayat setiap kasus untuk memutus rantai penularan serta mengisolasi kontak erat.
Ia mengungkapkan pusat-pusat perawatan saat ini beroperasi "pada kapasitas penuh" di tengah besarnya jumlah pasien yang harus ditangani.
Meski kapasitas pengujian harian telah ditingkatkan dan laboratorium terdesentralisasi telah dibangun di sejumlah provinsi terdampak, WHO memperingatkan masih terjadi kekurangan pasokan penting.
"Saat ini, kami tidak memiliki cukup ambulans," katanya.
Menurut Ancia, kebutuhan di Provinsi Ituri hingga kini belum dapat dipenuhi sepenuhnya.
WHO juga mengumumkan uji klinis terhadap dua terapi yang dinilai menjanjikan untuk strain Bundibugyo telah dimulai pada 2 Juli 2026.
Lebih dari 1.200 dosis pengobatan akan diberikan secara tunggal maupun kombinasi untuk menilai efektivitas terapi tersebut dalam meningkatkan peluang bertahan hidup pasien, meskipun hingga kini belum ada obat yang terbukti efektif dan disetujui untuk penyakit Ebola.
- Penulis :
- Aditya Yohan





