
Pantau - Asupan serat yang cukup berpengaruh terhadap kualitas tidur karena hasil studi menunjukkan orang yang mengonsumsi lebih banyak serat memiliki risiko gangguan tidur lebih rendah, termasuk insomnia.
Serat Bantu Jaga Kesehatan Usus dan Pola Tidur
Dietisien Jullian Kubala mengungkapkan pengaruh serat terhadap kualitas tidur diperkirakan berkaitan dengan perannya dalam menjaga kesehatan usus, memengaruhi neurotransmiter, serta membantu mengendalikan kadar gula darah.
Serat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus besar yang menghasilkan asam lemak rantai pendek untuk menjaga kesehatan usus sekaligus membantu mengurangi peradangan.
Tingkat peradangan yang tinggi diketahui berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur seperti insomnia.
Kubala juga menjelaskan serat dapat memengaruhi produksi serotonin yang berperan dalam mengatur tidur.
Serotonin merupakan prekursor melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur dan bangun sehingga kesehatan usus menjadi faktor penting karena sekitar 90 persen serotonin diproduksi di usus.
Selain itu, serat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga penyerapan gula ke dalam aliran darah berlangsung lebih stabil dan mengurangi lonjakan maupun penurunan kadar gula darah yang dapat mengganggu kualitas tidur.
Penuhi Kebutuhan Serat Sesuai Anjuran
Kebutuhan serat harian dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin, sedangkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) merekomendasikan konsumsi serat sekitar 28 gram per hari berdasarkan pola makan 2.000 kalori.
Kebutuhan serat dapat dipenuhi dengan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh.
Selain memenuhi kebutuhan serat, menjaga jadwal tidur yang konsisten, menerapkan rutinitas malam yang menenangkan, membatasi penggunaan layar perangkat, serta menciptakan kamar yang sejuk, gelap, nyaman, dan tenang juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
- Penulis :
- Aditya Yohan





