HOME  ⁄  Olahraga

Dokter Bagikan Siasat Aman Berolahraga di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter Bagikan Siasat Aman Berolahraga di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas
Foto: (Sumber :Arsip Foto - Warga berolahraga pagi di ruang terbuka hijau Udayana, Mataram, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI).)

Pantau - Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K) mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca, hidrasi, pakaian, pelindung kulit, hingga lokasi olahraga agar tetap aman saat beraktivitas di luar ruangan pada cuaca panas.

Hidrasi dan Pemilihan Pakaian Jadi Kunci

Dr. Andi mengatakan masyarakat sebaiknya memastikan kondisi cuaca tidak terlalu panas sebelum berolahraga dan menjaga tubuh tetap terhidrasi sejak malam hari atau setidaknya dua hingga tiga jam sebelum beraktivitas.

Menurutnya, kecukupan cairan dapat diketahui melalui warna urine yang kuning jernih atau kuning muda.

“Kalau misalnya kuning tua atau kuning keruh berarti kita tidak terhidrasi dengan baik. Jadi berolahraga di tempat panas hati-hati. Berarti artinya kondisi cairan dalam tubuh kita itu sangat rendah,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyarankan penggunaan pakaian olahraga berwarna terang karena lebih mampu memantulkan sinar matahari dibandingkan pakaian berwarna gelap.

“Bahannya ringan, longgar, terus kemudian yang menyerap keringat,” ujarnya.

Dr. Andi juga merekomendasikan penggunaan tabir surya dengan minimal SPF 30 hingga SPF 50 untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

“Jangan lupa kita menyiapkan tabir surya, minimal SPF 30, atau bahkan sampai 50, supaya melindungi kulit kita dari sinar matahari,” katanya.

Waspadai Gejala Dehidrasi dan Gangguan Panas

Ia menyarankan masyarakat memilih jalur olahraga yang teduh, memiliki banyak pepohonan, serta memperhatikan kualitas udara agar aktivitas fisik tetap nyaman dan aman.

Dr. Andi juga mengimbau agar berolahraga bersama teman sehingga dapat saling memantau kondisi selama beraktivitas.

“Jangan berolahraga sendiri tapi dengan teman supaya kalau misalnya kita bisa saling melihat kondisi masing-masing, check and recheck kondisi teman kita tuh seperti apa,” ujarnya.

Menurutnya, gejala seperti pusing, sakit kepala, mual, tubuh lemas, kram berkepanjangan, dan denyut jantung yang lebih cepat merupakan tanda tubuh mengalami tekanan akibat cuaca panas.

“Kalau misalnya itu sudah terjadi pada otak kita, biasanya seseorang itu ngerasa bingung, bicaranya meracau, linglung, atau bahkan sampai gangguan kesadaran,” ungkapnya.

“Penting buat kita untuk memperhatikan dan tetap berhati-hati ketika memang cuacanya itu tidak baik,” tambahnya.

Ia menegaskan apabila muncul tanda-tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebihan, kelelahan, pusing, detak jantung cepat, dan napas lebih cepat, seseorang sebaiknya segera beristirahat dan memperbanyak minum air putih.

Penulis :
Aditya Yohan