
Pantau - Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur mulai memberikan dua sertifikat sekaligus kepada peserta pelatihan keterampilan keliling atau Mobile Training Unit (MTU) sebagai upaya meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan pelatihan kerja bagi masyarakat.
"Pemberian dua sertifikat bagi peserta MTU merupakan bentuk peningkatan kualitas layanan pelatihan kerja yang diberikan kepada masyarakat," kata Teguh di Jakarta, Kamis.
Mulai tahun 2026, seluruh peserta pelatihan MTU akan memperoleh sertifikat pelatihan dari PPKD Jakarta Timur dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikat BNSP Jadi Nilai Tambah Pencari Kerja
Teguh menjelaskan sertifikat kompetensi BNSP diberikan kepada peserta yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti uji kompetensi pascapelatihan.
Uji kompetensi tersebut menjadi alat ukur untuk memastikan peserta benar-benar menguasai keterampilan sesuai bidang kejuruan yang dipilih.
Dengan adanya sertifikasi berstandar nasional, lulusan pelatihan diharapkan memiliki peluang kerja yang lebih besar serta mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
"Sehingga mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi para lulusan pelatihan sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor usaha dan industri," ujarnya.
Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar peserta MTU mendapatkan pengakuan kompetensi yang diakui secara nasional.
Pelatihan Digelar Dekat dengan Lingkungan Warga
Program MTU merupakan layanan pelatihan kerja dengan sistem jemput bola yang dilaksanakan langsung di lingkungan masyarakat melalui berbagai kelurahan di Jakarta Timur.
Melalui konsep tersebut, warga dapat mengikuti pelatihan tanpa harus datang ke lokasi PPKD karena kegiatan berlangsung dekat dengan tempat tinggal peserta.
Pelatihan MTU angkatan pertama tahun 2026 telah selesai dilaksanakan, sedangkan angkatan kedua berlangsung pada 2 hingga 30 Juni 2026.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi yang dijadwalkan pada 1 Juli 2026.
Tersedia Beragam Program Keterampilan
Pada angkatan kedua, pelatihan digelar di tujuh lokasi dengan tujuh program kejuruan yang diikuti sebanyak 70 peserta.
Program yang tersedia meliputi tata rias wajah dan rambut di Kelurahan Utan Kayu Selatan, pembuatan makanan dan minuman serta produk roti dan patiseri di Kelurahan Malaka Sari, hingga dasar penjahitan busana di Kelurahan Cakung Timur.
PPKD Jakarta Timur juga membuka pelatihan desainer grafis muda di UPRS 1 Rusunawa Jatinegara Barat serta junior office administration di Kelurahan Pondok Bambu.
Selain itu, pelatihan barista dasar di Kelurahan Pisangan Baru disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri makanan dan minuman yang terus berkembang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





