HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat Berasrama di Kolaka dengan Anggaran Rp260 Miliar untuk Siswa Kurang Mampu

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat Berasrama di Kolaka dengan Anggaran Rp260 Miliar untuk Siswa Kurang Mampu
Foto: Bupati Kolaka Amri saat diwawancarai (sumber: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Pantau - Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sebesar Rp260 miliar untuk membangun Sekolah Rakyat berkonsep asrama di Desa Tikonu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desil 1 hingga Desil 4.

Pembangunan sekolah tersebut akan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kabupaten Kolaka seluas sekitar 8 hektare dengan seluruh pendanaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Fasilitas dan Jadwal Pembangunan

Bupati Kolaka Amri mengatakan Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang proses pendidikan dan kehidupan siswa selama menempuh pendidikan.

"Ada 12 gedung yang akan dibangun, termasuk asrama," ungkapnya.

Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang belajar dengan fasilitas lengkap, asrama siswa, serta berbagai sarana penunjang kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Amri menjelaskan proses pembangunan akan segera dimulai setelah memasuki tahapan pengadaan.

"Bulan ini masuk proses tender dan bulan depan sudah mulai jalan aksinya di lapangan. Anggarannya murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum," ujarnya.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan, proyek tersebut memasuki proses tender pada Juni 2026 dan mulai dikerjakan di lapangan pada Juli 2026.

Kementerian PU bertanggung jawab terhadap pembangunan fisik sekolah, sedangkan operasional dan program pendidikan berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos).

Seluruh Kebutuhan Siswa Ditanggung Negara

Pemerintah pusat menetapkan bahwa peserta didik Sekolah Rakyat harus berasal dari keluarga berpenghasilan rendah yang masuk dalam DTKS Desil 1 hingga Desil 4.

Seluruh kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan akan ditanggung oleh negara.

Fasilitas yang diberikan meliputi biaya makan, tempat tinggal di asrama, pakaian seragam, serta berbagai kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.

"Negara menanggung semua fasilitasnya. Mulai dari makan, asrama hingga pakaian seragamnya. Kita di daerah sifatnya penerima manfaat," tegas Amri.

Pemerintah daerah dalam program ini berperan sebagai penyedia lahan sekaligus penerima manfaat dari keberadaan Sekolah Rakyat tersebut.

Amri menilai pembangunan Sekolah Rakyat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kolaka di tengah melimpahnya potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah.

"Kita bersyukur Kolaka punya banyak sumber daya alam. Tetapi, hal itu harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas SDM-nya. Jangan sampai kita lengah dan merasa terlalu nyaman dengan SDA yang ada sekarang," katanya.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, meningkatkan kualitas SDM daerah, menyiapkan generasi penerus yang lebih kompeten, serta mendukung pemerataan kesempatan pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Penulis :
Leon Weldrick