
Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyatakan program BRIN Goes to Villages dapat memperkuat pembangunan desa melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045, Kamis (4/6/2026).
Program tersebut dinilai sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah yang menekankan pembangunan dari bawah dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan dan kemajuan masyarakat.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan dampak program akan semakin besar apabila dipadukan dengan berbagai program pembangunan desa yang telah berjalan.
"Program-program ini akan berdampak lebih besar apabila dikolaborasikan dengan berbagai program pembangunan desa yang sudah berjalan," ungkap Yandri.
Lima Pilar Desa Inovasi Selaras dengan Program Kemendes PDT
Yandri menjelaskan lima pilar Desa Inovasi yang digagas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki keterkaitan erat dengan program 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia yang dijalankan Kemendes PDT.
Lima pilar tersebut mencakup aspek sosial, pemerintahan, ekonomi, lingkungan, dan kearifan lokal.
Menurutnya, berbagai program strategis seperti desa wisata, desa ekspor, dan desa tematik membutuhkan dukungan pendampingan, riset, serta inovasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.
"Pendampingan, riset, dan inovasi dari BRIN sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat desa," ujarnya.
Kemendes PDT juga menjalankan program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan World Bank.
Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Jadi Kunci Keberhasilan
Yandri menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Ia menyebut program BRIN Goes to Villages dapat dipadukan dengan berbagai program kementerian dan lembaga lainnya, termasuk kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup melalui program desa bebas sampah.
Integrasi berbagai program tersebut diyakini dapat mempercepat pencapaian target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Kemendes PDT dan BRIN telah berkomitmen memperkuat kerja sama dalam implementasi hasil riset dan penelitian agar dapat diterapkan secara langsung di tingkat desa.
"Hasil-hasil penelitian BRIN perlu diterapkan secara langsung di desa agar menghasilkan solusi nyata bagi berbagai persoalan pembangunan," tegasnya.
Yandri juga mengajak seluruh pihak, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pembangunan desa sesuai tanggung jawab masing-masing institusi.
Target Kembangkan 10 Ribu Desa Melalui Program Kolaboratif
Kemendes PDT menargetkan pengembangan sekitar 10 ribu desa melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan badan usaha milik negara (BUMN).
Menurut Yandri, pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja sehingga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Saya menegaskan bahwa pembangunan desa tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja dan membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Saat ini Kemendes PDT telah menjalin kerja sama dengan sekitar 500 perusahaan swasta dan BUMN untuk menginisiasi gerakan desa binaan di berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran BRIN dalam kolaborasi tersebut dinilai semakin memperkuat kapasitas dan semangat pembangunan desa yang sedang dijalankan pemerintah.
Yandri berharap kerja sama itu dapat membantu mengembangkan seluruh desa di Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar 75.266 desa agar dapat tumbuh sesuai potensi masing-masing.
Secara keseluruhan, kolaborasi BRIN Goes to Villages diharapkan mampu mempercepat implementasi inovasi, memperkuat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Arian Mesa





