
Pantau - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), memperluas penerapan konsep green shipping melalui pemasangan panel surya pada armada kapal untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon operasional.
Panel Surya Dipasang pada Kapal PTK
Direktur Armada PTK Dewi Susanti mengatakan perusahaan telah memasang panel surya pada dua kapal, yaitu KM Pari dan Pipeboat, serta berencana menambah pemasangan pada satu kapal kargo pada 2026.
"Selanjutnya kami merencanakan pemasangan panel surya pada enam kapal kargo lainnya secara bertahap hingga 2029," kata Dewi.
Dengan rencana tersebut, jumlah kapal PTK yang menggunakan energi surya ditargetkan mencapai sembilan unit hingga 2029.
PTK merupakan perusahaan jasa logistik dan transportasi maritim yang menjalankan empat lini bisnis utama, yaitu penyediaan kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik di tepi pantai, serta layanan keagenan kapal.
Menurut Dewi, panel surya digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik sejumlah peralatan di atas kapal sehingga diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.
Penerapan teknologi energi surya menjadi bagian dari langkah bertahap PTK dalam mendukung transisi energi pada sektor transportasi dan logistik maritim.
Pemasangan panel surya pada kapal kargo memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi karena harus memenuhi berbagai persyaratan keselamatan pelayaran.
PTK melakukan kajian teknis dan berkoordinasi dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pemasangan panel surya memenuhi standar keselamatan dan keandalan operasional.
Pemasangan panel surya dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal docking masing-masing kapal agar tidak mengganggu aktivitas operasional perusahaan.
PTK Siapkan Teknologi Energi Berkelanjutan
Selain memperluas penggunaan panel surya, PTK juga menyiapkan uji coba Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027 sebagai bagian dari pengembangan teknologi green shipping.
"Mulai 2027 kami akan melakukan pilot project Battery Management System sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung transisi energi dan pengurangan emisi," ujar Dewi.
Sepanjang 2025, PTK mencatatkan penurunan emisi sebesar 66.721 ton setara karbon dioksida (CO2e) melalui program Green Energy, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan.
Selain pada armada kapal, PTK juga menjajaki pemanfaatan energi surya pada fasilitas pelabuhan sebagai bagian dari pengembangan konsep green port.
Penerapan green shipping merupakan implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang dijalankan PTK untuk mendukung target dekarbonisasi Pertamina Group sekaligus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional perusahaan.
- Penulis :
- Shila Glorya





