HOME  ⁄  Nasional

Menag Tegaskan Pesantren Harus Cetak Pemimpin dengan Kapasitas Manajerial yang Kuat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menag Tegaskan Pesantren Harus Cetak Pemimpin dengan Kapasitas Manajerial yang Kuat
Foto: (Sumber : Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren melalui Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta. ANTARA/HO-Kemenag/pri..)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pesantren harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kepemimpinan, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat membuka kegiatan Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren melalui Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta.

"Pesantren ke depan tidak cukup hanya melahirkan figur pemimpin yang kharismatik. Pesantren juga harus melahirkan pengelola yang profesional, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan lembaga," ungkapnya.

Penguatan Identitas dan Keunggulan Pesantren

Menag menilai pesantren memiliki karakter keilmuan yang khas dan berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya sehingga penguatan Direktorat Jenderal Pesantren perlu diarahkan untuk memperkuat identitas, tradisi keilmuan, dan keunggulan pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

"Pesantren memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang khas. Keunggulan itu harus terus diperkuat agar pesantren mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengangkat sosok KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai teladan pemimpin pesantren yang mampu memadukan visi besar dengan kemampuan mengelola organisasi secara profesional.

Menurutnya, pendiri Nahdlatul Ulama itu tidak hanya dikenal sebagai tokoh pergerakan, tetapi juga figur yang berhasil membangun dan mengelola organisasi secara efektif.

Ditjen Pesantren Susun Arah Pengembangan 10 Tahun

Menag juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi nasionalisme yang telah lama tumbuh di lingkungan pesantren.

"Pesantren sejak awal telah membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dan komitmen kebangsaan dapat berjalan beriringan dalam membangun Indonesia," katanya.

Sementara itu, Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menyebut pembentukan Ditjen Pesantren menjadi tonggak penting dalam penguatan kelembagaan lebih dari 42.000 pesantren di Indonesia.

"Ini merupakan capaian bersejarah bagi dunia pesantren. Kami bersyukur pesantren kini memiliki penguatan kelembagaan yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat," tutur Basnang.

Ia menambahkan Ditjen Pesantren saat ini tengah menyusun arah pengembangan pesantren untuk 10 tahun ke depan yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekosistem dakwah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pembenahan sistem pendataan pesantren secara nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf