HOME  ⁄  Nasional

Guru Besar Unhas Sebut SPPG Jadi Laboratorium Pengembangan Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Guru Besar Unhas Sebut SPPG Jadi Laboratorium Pengembangan Program Makan Bergizi Gratis
Foto: (Sumber : Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas Prof Veny Hadju (tengah) didampingi Guru Besar Fakultas Peternakan Unhas Prof Syahdar Baba (kanan) menyampaikan pandangannya terkait pemenuhan gizi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandu moderator Rustam (kiri) saat diskusi pubik bertajuk SPPG Unhas: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa di Graha Pena ruang redaksi Harian Fajar, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis. ANTARA/Darwin Fatir..)

Pantau - Dua Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar memaparkan peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai laboratorium pengembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung program prioritas nasional.

Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk "SPPG Unhas: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa" di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

SPPG Unhas Jadi Laboratorium Gizi

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Prof Veny Hadju mengatakan keberadaan SPPG di lingkungan kampus menjadi sarana pembelajaran, penelitian, dan pengembangan program pemenuhan gizi yang melibatkan dosen serta mahasiswa.

“SPPG yang di Unhas ini jadi laboratorium yang bagus buat saya, dosen, peneliti, maupun mahasiswa. Kita libatkan semua,” ungkapnya.

Menurut Prof Veny, Unhas memiliki dukungan berbagai fakultas yang relevan, mulai dari bidang gizi hingga kedokteran, sehingga kampus tersebut dinilai layak menjadi pusat pengembangan program MBG.

Ia menjelaskan pengalaman akademik dan penelitian yang dimiliki Unhas dalam bidang gizi menjadi modal penting untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Di Unhas ini jadi laboratorium gizi. Bagus, karena literatur atau studi-studi dipublikasi dunia Internasional itu sangat banyak di Unhas terkait dengan gizi. Kita bisa terlibat karena ada lab. Saya kira itu awalnya mengapa ada MBG di Unhas,” ujarnya.

Selain pemenuhan gizi, Unhas juga menjalankan program pengabdian masyarakat melalui edukasi gizi seimbang serta evaluasi berkelanjutan untuk mendapatkan formula makanan yang tepat dan berkualitas.

Kembangkan Ekosistem MBG dari Hulu ke Hilir

Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Syahdar Baba mengatakan SPPG Unhas telah berjalan selama dua bulan dan terus mengembangkan berbagai inovasi produk pangan untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat.

“Program ini kita kawal terus dan kepentingan kami di Fakultas Peternakan memberikan nilai terbaik serta membangun empati dalam pengabdian ke masyarakat, terutama mitra Unhas. Kami membuat program melalui Laboratorium Gizi ini sistem edukasi lebih efisien, sehingga dapat mencetak blue print bagi sekolah maupun masyarakat,” katanya.

Menurut Prof Syahdar, pengembangan SPPG dilakukan secara menyeluruh dengan membangun ekosistem dari sektor peternakan hingga distribusi makanan.

Fakultas Peternakan Unhas turut merancang produksi telur dan daging berkualitas tinggi melalui intervensi pakan yang lebih baik guna mendukung kebutuhan MBG.

“Kami akhirnya mendesain itu sejak dari peternakan. Ada intervensi terkait pakannya berkualitas, istilahnya food suplemen diberikan, sehingga kualitas telur dan daging yang dihasilkan jauh lebih baik. Bahkan rektor meminta Dekan Fakultas Teknik mendesain mobil pengantaran lebih mudah ke sekolah, serta omprengnya jangan impor. Ini merupakan kontribusi kami pada ekosistem MBG,” paparnya.

Unhas berharap pengembangan SPPG dan Laboratorium MBG dapat menjadi model yang dapat diterapkan di sekolah maupun masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas gizi nasional.

Penulis :
Aditya Yohan