
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap Jakarta Future Festival (JFF) 2026 dapat melahirkan berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang mampu mempercepat transformasi Jakarta menuju posisi Top 20 Global City.
Pramono menyampaikan harapan tersebut saat membuka Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (5/6).
“Kami berharap JFF 2026 menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang konkret untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju Top 20 Global City, sekaligus memastikan pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Pramono.
Ia menjelaskan JFF merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta untuk membahas berbagai tantangan dan merancang masa depan ibu kota melalui beragam pendekatan pembangunan.
Jadi Ruang Kolaborasi dan Partisipasi Warga
Pramono menilai kegiatan seperti Jakarta Future Festival perlu digelar secara rutin untuk meningkatkan daya tarik Jakarta sekaligus melibatkan lebih banyak generasi muda dalam pembangunan kota.
"Mudah-mudahan, acara seperti ini tetap bisa kita adakan untuk membuat Jakarta penuh warna, Jakarta penuh pilihan, dan Jakarta bisa apa saja selama itu memberikan kenyamanan dan kebaikan bagi warga Jakarta," katanya.
JFF 2026 menghadirkan berbagai agenda mulai dari Jakarta’s Forecast, Urban Talks, Urban Policy Lab, Urban Debate, Urban Study Case, pameran inovasi, hingga pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan Jakarta di masa depan.
Bahas Jakarta Menuju Usia 500 Tahun
Salah satu agenda utama festival adalah Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 – Memory, Character, and the Future of a Global City.
Forum tersebut mengajak berbagai kalangan untuk merefleksikan identitas, karakter, dan posisi strategis Jakarta menjelang usia 500 tahun pada 2027.
JFF 2026 juga mempertemukan peserta dengan 19 profesor dari berbagai universitas internasional untuk bertukar gagasan mengenai pembangunan perkotaan, ketahanan kota, dan tantangan masa depan.
Festival yang berlangsung selama tiga hari itu menghadirkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, praktisi, komunitas, organisasi nonpemerintah, serta masyarakat umum untuk bersama-sama membahas masa depan Jakarta sebagai kota global.
- Penulis :
- Aditya Yohan





