
Pantau - Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan masih berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir, Riau, dengan dukungan personel tambahan, helikopter, dan alat berat.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan karhutla di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, masih menghasilkan asap pekat dan diperparah oleh angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
“Tim dari Kota Jambi dan Muara Tebo sudah merapat dan beroperasi hari ini,” ungkap Ferdian.
Pemadaman di lokasi dilakukan oleh dua tim Manggala Agni dari Daerah Operasi Siak yang diperkuat personel tambahan dari Jambi dan Muara Tebo.
Helikopter dan Alat Berat Dikerahkan
Selain pemadaman darat, operasi penanganan karhutla di Pulau Rupat juga didukung satu unit helikopter water bombing.
Satu unit ekskavator turut dikerahkan untuk membuat sekat bakar dan embung guna menghambat penyebaran api.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri atas Manggala Agni, BPBD Riau, TNI, Polri, dan pihak perusahaan setempat.
Pemadaman Berlanjut di Rokan Hilir
Di Kabupaten Rokan Hilir, karhutla masih terjadi di dua lokasi, yakni Rantau Bais dan Sungai Besar.
Menurut Ferdian, kondisi di Rantau Bais saat ini memasuki tahap pendinginan yang dilakukan oleh tim Daops Dumai.
Sementara itu, petugas di Sungai Besar masih berupaya melakukan penyekatan dan memadamkan titik api aktif.
“Kendala di lokasi yakni minimnya sumber air,” ujarnya.
Untuk memperkuat operasi pemadaman, Manggala Agni Daops Pekanbaru juga telah tiba di lokasi dan bergabung dengan tim gabungan yang bertugas.
Di sisi lain, karhutla yang terjadi di Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah proses pendinginan selesai dilakukan pada Jumat (5/6).
Tim Manggala Agni Daops Rengat yang bertugas di lokasi kini telah melakukan demobilisasi dan kembali ke markas.
- Penulis :
- Aditya Yohan





