
Pantau - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) memiliki nilai strategis karena mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan wisata konvensional, sebagaimana disampaikan saat pelantikan pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Bali pada 5 Juni 2026.
Menurut Ni Luh, kehadiran peserta pertemuan, konvensi, dan pameran mampu meningkatkan tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, konsumsi produk UMKM, sektor ekonomi kreatif, serta permintaan berbagai jasa pendukung lainnya.
Ia mengungkapkan, "Setiap destinasi memiliki keunggulannya masing-masing. Bali memiliki kekuatan yang khas melalui kekayaan alam, budaya, dan keramahtamahan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan kegiatan MICE. Potensi inilah yang perlu terus kita optimalkan agar Bali semakin kompetitif di tingkat global."
Potensi Bali dalam Industri MICE Global Terus Menguat
Bali disebut memiliki potensi yang sangat besar dalam industri MICE global berkat kekayaan alam, budaya yang kuat, dan daya tarik destinasi yang unik.
Berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA), Bali menempati peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional asosiasi.
Pada 2024, Bali berhasil menyelenggarakan 54 pertemuan internasional yang memenuhi kriteria ICCA.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2023 yang mencatatkan 34 pertemuan internasional sesuai kriteria ICCA.
Peningkatan jumlah pertemuan internasional tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya tarik Bali sebagai destinasi MICE.
Meski memiliki potensi besar, Ni Luh menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur, pengelolaan lingkungan, penanganan sampah, hingga penguatan berbagai aspek pendukung lainnya.
Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan tersebut penting untuk memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi MICE dunia.
Ia mengungkapkan, "Saya pikir ini adalah kesempatan yang harus kita ambil bersama. Mari kita bergotong royong menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Bali sehingga kita benar-benar mampu mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia."
BaliCEB Siapkan Lima Agenda Utama Lima Tahun Ke Depan
Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya BaliCEB bekerja secara terukur dan memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali melalui program-program konkret selama lima tahun mendatang.
Ia mengungkapkan, "Sehingga BaliCEB benar-benar dapat memainkan peran strategis dalam pengembangan pariwisata, khususnya sektor MICE di Bali."
Ketua Umum BaliCEB periode 2026–2031 Ketut Jaman menyampaikan kepengurusan baru akan berfokus pada lima agenda utama untuk memperkuat posisi Bali di pasar global.
Agenda tersebut meliputi penguatan positioning Bali sebagai destinasi MICE global berbasis budaya dan keberlanjutan.
BaliCEB juga akan meningkatkan promosi internasional dan pengembangan jejaring global.
Selain itu, organisasi tersebut akan memperkuat strategi bidding penyelenggaraan event internasional secara aktif dan terstruktur.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor MICE turut menjadi prioritas dalam agenda kerja lima tahun ke depan.
Penguatan standar layanan, pemanfaatan teknologi, keamanan, dan praktik keberlanjutan juga menjadi fokus pengembangan.
BaliCEB berkomitmen memperluas manfaat ekonomi industri MICE kepada pengusaha UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas lokal, seniman, dan pekerja sektor pariwisata.
Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat.
- Penulis :
- Shila Glorya





