HOME  ⁄  Nasional

Daurah Aswaja 2026 Diikuti 300 Mahasantri, PWNU Jatim Siapkan Generasi Pemimpin Indonesia 2045

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Daurah Aswaja 2026 Diikuti 300 Mahasantri, PWNU Jatim Siapkan Generasi Pemimpin Indonesia 2045
Foto: (Sumber: Ratusan mahasantri saat mengikuti Daurah Aswaja 2026 di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (7/6/2026). ANTARA/HO-PWNU Jatim.)

Pantau - Sebanyak 300 mahasiswa-santri (mahasantri) penerima beasiswa kerja sama PWNU Jawa Timur dengan sejumlah perguruan tinggi di Surabaya mengikuti Daurah Aswaja 2026 yang digelar di Gedung PWNU Jawa Timur, Surabaya, pada Minggu (7/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan penerima beasiswa PWNU Jawa Timur yang bertujuan memperkuat pemahaman ke-NU-an, nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta kepemimpinan generasi muda.

Ketua Tim Pengembangan Pendidikan, Sumber Daya Manusia, dan Penelitian (PPSDM) PWNU Jawa Timur, Masykuri Bakri, membuka kegiatan tersebut.

Masykuri menjelaskan program beasiswa PWNU pada 2025 meloloskan lebih dari 450 mahasantri, sedangkan Daurah Aswaja 2026 diikuti 300 peserta dari berbagai kampus di Surabaya.

Untuk program beasiswa tahun 2026, sekitar 250 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi dari 603 pendaftar yang memenuhi syarat administrasi.

PWNU Jawa Timur berharap para peserta Daurah Aswaja mampu menjadi pemimpin Indonesia pada 2045, agen perubahan di lingkungan kampus, serta pengamal nilai-nilai Aswaja.

Masykuri menegaskan mahasiswa tidak cukup hanya berfokus pada aktivitas akademik di kampus.

“Mahasantri itu jangan hanya semata-mata belajar di kampus, tapi juga aktif dalam kegiatan ekstra dan intra kampus. Kalau cuma kuliah itu akan mengalami defisit dalam waktu, prestasi dan leader/kader, karena umumnya orang-orang hebat di negeri ini berlatarbelakang aktivis, padahal dulu tidak banyak program beasiswa seperti sekarang, jadi manfaatkan beasiswa yang ada tapi juga tetap punya program non-pembelajaran,” ujar Masykuri.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat membentuk karakter, memperluas jaringan pertemanan, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan kompetensi di luar bidang akademik.

Masykuri juga membagikan pengalaman pribadinya saat menjadi mahasiswa setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng.

Ia mengaku aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti Pramuka, paduan suara, kepanitiaan, hingga kegiatan tingkat lokal, regional, dan nasional.

Daurah Aswaja 2026 menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan akademisi dan tokoh Nahdlatul Ulama.

Materi Mahasantri NU disampaikan oleh Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Timur, HM Turhan Yani.

Materi Kepemimpinan NU disampaikan oleh Masykuri Bakri.

Materi Generasi Emas NU Abad Kedua disampaikan oleh Abdul Hakim Mahfudz.

Sementara materi Ke-Aswaja-an disampaikan oleh Ma’ruf Khozin.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PWNU Jawa Timur dalam membentuk karakter, memperkuat kepemimpinan, dan menanamkan nilai-nilai Nahdlatul Ulama kepada para penerima beasiswa.

Penulis :
Gerry Eka