HOME  ⁄  Nasional

Gempa M7,7 Filipina Berdampak ke Sangihe, Dua Rumah Rusak dan Tiga Warga Luka Ringan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Gempa M7,7 Filipina Berdampak ke Sangihe, Dua Rumah Rusak dan Tiga Warga Luka Ringan
Foto: Rumah warga di Desa Kawio, Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara rusak setelah diguncang gempa M7.7 di Mindanao, Filipina, Senin 8/6/2026 (sumber: Basarnas)

Pantau - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) berdampak hingga Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan ringan dan tiga warga dilaporkan luka ringan.

Dampak Gempa Masih Dalam Pendataan

Kepala Basarnas Sulawesi Utara George L. M. Randang mengatakan, "Dari informasi yang kami dapat, ada dua rumah yang rusak ringan setelah terjadi gempa."

Selain kerusakan rumah, tiga warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat dampak gempa yang dirasakan di wilayah tersebut.

Korban luka ringan masih dalam proses pendataan dan pemantauan oleh petugas yang berada di lapangan.

George mengungkapkan, "Kami terus mendalami informasi yang kami terima dengan mengerahkan personel di lapangan."

Hingga laporan disampaikan, dampak gempa di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih tergolong ringan dan tidak terdapat laporan korban jiwa.

Petugas terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya dampak tambahan akibat gempa susulan.

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 06.37.42 WIB dengan magnitudo 7,7 dan kedalaman 47 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Setelah gempa terjadi, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum kemudian mengumumkan berakhirnya peringatan tersebut pada pukul 10.15.51 WIB.

Meski peringatan dini tsunami telah dicabut, Basarnas Sulawesi Utara tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

George mengatakan, "Basarnas Sulut tetap berharap masyarakat yang berada di pesisir pantai tetap waspada dengan gempa-gempa susulan yang mungkin terjadi."

Kewaspadaan terutama ditujukan kepada warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir pantai.

Basarnas Sulawesi Utara juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah kota terdampak, serta instansi terkait lainnya dalam penanganan dampak gempa.

George mengatakan, "Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk pemerintah kabupaten dan kota terdampak."

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG, Basarnas, dan pemerintah daerah serta tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M7,7 tersebut.

Penulis :
Shila Glorya